Rabu, 31 Oktober 2018
Editorial
Kedepankan Keselamatan
​​​​​​​Pengawasan ketat harus segera dilakukan. Ketatnya pengawasan juga harus tertanam pada tiap maskapai penerbangan.
RED
Ilustrasi

Kabar duka kembali menyelimuti dunia penerbangan Indonesia. Pesawat Lion Air JT-610 rute Bandara Soekarno Hatta-Bandara Depati Alim, Pangkal Pinang jatuh di perairan Teluk Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Sebanyak 181 penumpang ditambah 8 awak menjadi korban dari musibah tersebut.

 

Pemerintah dan pihak maskapai wajib mengedepankan hak-hak konsumen yang menjadi korban dari tragedi tersebut. Pencarian jenazah, pemberian ganti rugi kepada ahli waris korban hingga penyelidikan menyeluruh dan tuntas wajib dilakukan.

 

Belum hilang dari benak kita mengenai jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Bandara Juanda, Surabaya menuju Changi Airport, Singapura empat tahun lalu di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Saat itu, ratusan korban pun berjatuhan. Dua tragedi ini menjadi catatan kelam dunia penerbangan Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

 

Catatan kelam tersebut harus segera dibenahi. Keamanan dan keselamatan harus jadi prioritas. Pembenahan dari hulu hingga hilir harus segera dilakukan. Pemerintah, pihak maskapai hingga pemangku kepentingan lainnya harus tegas mengedepankan keselamatan dan keamanan.

 

Beberapa jam sebelum tragedi di Senin pagi itu terjadi, pesawat Lion Air JT-610 mengalami kendala teknis saat bertolak dari Bandara Denpasar Bali menuju Bandara Soekarno Hatta, Banten. Tentu hal ini menjadi informasi awal untuk penyelidikan lebih dalam.

 

Pesawat JT-610 merupakan armada baru mengudara sekitar dua bulan lamanya. Pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu juga baru tercatat 800 jam beroperasi dalam kurun waktu tersebut. Tentu ini menjadi tanda tanya, armada baru yang mengalami kendala teknis dan berakhir pada tragedi tragis.

 

Tidak ada kata permisif dalam dunia penerbangan. Jika ada kendala teknis sekecil apapun, bisa dicek menyeluruh mengenai kelaikan pesawat tersebut sebelum mengudara.

 

Jangan lagi pengawasan pemerintah terhadap maskapai mencla-mencle. Pengawasan ketat harus segera dilakukan. Ketatnya pengawasan juga harus tertanam pada tiap maskapai penerbangan.

 

Dalam dunia penerbangan, tidak dikenal area abu-abu. Keputusan tegas dilakukan untuk mencegah terjadi tragedi lainnya. Standar operasional prosedur harus dijalankan, bila perlu diperketat. Jika ada yang melanggar, patut diberikan sanksi tegas.

 

Ketegasan serupa juga berlaku bagi sumber daya manusia yang dipercaya membawa para penumpang. Kesadaran awak pesawat dalam menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan dapat terjaga sangatlah penting. Sehingga, tak terjadi lagi kesalahan yang berujung pada tragedi fatal. Semoga!!

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.