Sabtu, 03 November 2018

Waspadai Risiko Penggunaan Robot Trading saat Berinvestasi

Trader diimbau tidak tergiur dengan tawaran kepastian keuntungan dari penggunaan robot trading.
Mochamad Januar Rizki

Beberapa waktu terakhir penggunaan teknologi informasi dalam industri jasa keuangan semakin ekspansif dilakukan termasuk pada pasar modal dan perdagangan ritel pasar uang valuta asing (valas) atau foreign exchange (forex). Dalam perdagangan valas misalnya, saat ini berkembang penggunaan perangkat lunak (software) atau robot trading  yang dapat menggantikan posisi investor atau trader dalam bertransaksi jual-beli (buy-sale) forex. Sebutan expert advisor (EA) juga lazim digunakan trader untuk penggunaan robot trading.

 

Penggunaan robot trading dinilai lebih efisien karena para trader tidak perlu lagi memantau secara intens layar komputernya untuk mengamati pergerakan forex. Dengan kata lain, setiap transaksi forex sudah otomatis dijalankan sistem tersebut. Selain itu, penggunaan robot trading juga dianggap memberi analisa lebih akurat dalam menentukan transaksi sehingga dapat menghindarkan risiko kerugian bahkan mampu meraih profit lebih besar bagi trader.

 

Berdasarkan penelusuran Hukumonline, penjualan piranti lunak robot trading dapat dengan mudah dijumpai di internet. Harga software robot trading yang ditawarkan juga beragam mulai dari Rp100 ribu hingga Rp6 juta. Bahkan, promosi-promosi tersebut juga menjanjikan keuntungan tetap sekitar 20-60 persen per tahun.

 

Tentunya, kemunculan robot trading ini menjadi perhatian tersendiri khususnya dari sisi hukum. Perlu jadi perhatian apakah regulasi sudah mengatur penggunaan robot trading? Lalu, siapakah yang menanggung risiko apabila terjadi konsumen rugi dalam bertransaksi forex menggunakan robot trading?

 

Pakar valas dan trader,Farial Anwar menyatakan, penggunaan robot trading merupakan sesuatu yang lumrah digunakan dalam perdagangan forex. Dia menjelaskan, mayoritas perusahaan broker forex ternama sudah menyediakan aplikasi robot trading bagi trader. Umumnya, menurut Farial, aplikasi robot trading ini digunakan bagi pemula dan trader yang tidak memiliki waktu luang untuk memantau aktivitas pasar valas.

 

Mengenai tingginya risiko dalam pasar valas, Farial mengimbau agar trader untuk waspada menggunakan robot trading ini. Menurutnya, risiko kerugian bertransaksi valas tetap ada meskipun seluruh keputusannya sudah diambilalih sistem atau robot yang dianggap jauh lebih akurat dibandingkan analisa manusia. 

 

“Jangan percaya kalau ada yang menawarkan trading pasti untung. Kalau jadi trader pasti selalu ada risikonya,” kata Farial saat dihubungi Hukumonline, Selasa (30/10).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua