Sabtu, 10 November 2018
Tips dari Polisi Agar Terhindar dari Pembobolan ATM Jika Kartu 'Tertelan'
Baru-baru ini, Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku pembobol ATM bermodus operator call center. Atas perbuatnnya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP.
M. Agus Yozami
Ilustrasi: BAS

Kejahatan di sektor perbankan terjadi lagi. Baru-baru ini, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar kasus pembobolan dana nasabah dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan modus berpura-pura menjadi petugas call center bank. Kejadian inipun menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan mesin ATM.

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono memberikan tips kepada masyarakat terkait modus kejahatan baru itu. Masyarakat yang kartu ATM-nya tertelan di mesin diminta tidak panik. Hal itu hanya membuat pikiran menjadi tidak jernih.

 

"Imbauan kepada masyarakat, apabila kartunya tertelan jangan panik. Kalau ada orang (tidak dikenal) yang menawarkan jasa (membantu), jangan percaya," ujar Kombes Pol Argo seperti dilansir dari laman Puskominfo Polda Metro Jaya, Rabu (7/11).

 

Argo mengatakan, bagi masyarakat yang kartu ATM-nya tertelan di mesin juga diminta tidak percaya dengan nomor call center bank, apabila nomor itu nomor handphone. Dalam kasus yang diungkap polisi, diketahui para pelaku menempelkan nomor call center palsu yang kombinasi nomornya seperti nomor handphone pada umumnya yang berjumlah sekitar 12 angka.

 

"Call center bank itu jarang terjadi dalam bentuk 12 angka kombinasi seperti nomor telepon genggam, hanya ada lima atau enam angka," katanya.

 

Kombes Pol Argo meminta masyarakat sebaiknya datang ke bank dimaksud untuk meminta blokir kartu ATM mereka yang tertelan apabila nomor telepon call center yang mereka dapatkan di mesin ATM dalam bentuk kombinasi 12 angka, seperti nomor handphone.

 

"Kalau sudah (dalam bentuk) nomor handphone dengan sembilan dan 10 (angka), langsung saja datang ke bank. Jadi tidak usah kita indahkan, hiraukan saja kalau nomor HP, tinggalkan, langsung berangkat ke bank, blokir, ganti (kartu ATM) baru," ujar Kombes Pol Argo.

 

Sebelumnya, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku pembobol ATM bermodus operator call center.Mereka adalah Zainal Arifin, Darlan, dan Lilis. Modus yang dilakukan ketiganya terbilang baru. Lantaran satu dari tiga orang pelaku berpura-pura bertindak sebagai operator call center salah satu bank.

 

Sebelum melakukan aksinya, para pelaku mempersiapkan segala sesuatu dengan cukup matang. Zainal berperan sebagai orang yang memasang biji plastik di mulut ATM dengan harapan kartu ATM korban tertahan di dalam mesin.

 

"Lalu tersangka Zainal ini memasang nomor call center palsu di dekat ATM yang ternyata nomor tersangka lain. Kemudian, Darlan berperan sebagai tukang gambar, melihat situasi lokasi. Sedangkan Lilis berpura-pura sebagai call center dari bank," Kombes Pol Argo.

 

(Baca Juga: Perbankan ‘Digerogoti’ Fraud dari Dalam)

 

Korban pertama masuk perangkap para pelaku saat kartu ATM miliknya tak berfungsi secara normal. Ia pun tak bisa mengeluarkan kartu tersebut lantaran diganjal biji plastik pada mulut mesin ATM. 

 

"Ketika korban datang ke mesin ATM tersebut dan memasukkan kartu ATM-nya ke mulut mesin ATM, kartunya terganjal dan tidak bisa digunakan mapun dikeluarkan. Korban menghubungi nomor call center palsu yang ditempel pelaku, dan melaporkan bahwa kartu ATM-nya tersangkut di mulut mesin ATM dan mau memblokir kartunya," jelas Kombes Pol Argo.

 

Tersangka yang berpura-pura sebagai call center palsu dari suatu bank pun, lanjut Kabid Humas, meminta data dari kartu tersebut beserta PIN ATM-nya untuk konformasi. Setelah korban merasa sudah melapor ke call center bank, ia pun meninggalkan lokasi.

 

Kemudian, Lilis yang berpura-pura sebagai operator call center langsung menghubungi Zainal dan Darlan untuk memberitahu nomor PIN ATM korban. Mereka datang ke mesin ATM untuk menguras uang korbannya senilai Rp5 juta. "Mengambil uang yang ada di ATM korban dengan transfer ke rekening penampung dan juga dengan tarik tunai," katanya.

 

(Baca Juga: Lagi, Karyawan Bank Diduga Gelapkan Dana Nasabah)

 

Korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polisi. Para pelaku ditangkap pada 2 dan 3 Oktober 2018 di tempat berbeda, yakni di kawasan Gunung Putri, Bogor, dan Mall Arion, Rawamangun, Jakarta Timur.

 

"Setelah diselidiki, ada tiga tempat kejadian perkara. RS (Harapan Bunda) di Jakarta Timur, ATM Bank BNI di Menteng, dan SPBU (Pertamina Cipinang) di Jakarta Timur," ucap Kombes Pol Argo.

 

Sementara barang bukti yang diamankan di antaranya sebuah obeng, satu gunting, satu unit HP milik tersangka, dan kartu ATM milik korban. Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal penjara selama tujuh tahun.

 

Masih dikutip dari laman yang sama, Polsek Metro Cakung juga menangkap lima pembobol ATM di minimarket. Para pelaku melakukan aksi dengan modus ganjal ATM. "Komplotan ini melakukan pencurian dengan modus ganjal ATM menggunakan mata gergaji serta lidi," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Cakung, AKP Tom Pea Sirait dalam keterangannya, Selasa (6/11).

 

Penangkapan dilakukan di sebuah minimarket di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (3/11). AKP Tom Sirait menjelaskan, penangkapan bermula saat dua pelaku berinisial G dan S kepergok korbannya sedang melakukan aksi pembobolan ATM.

 

"Korban teriak 'maling-maling' dari dalam minimarket. Kemudian warga yang berada di luar terkejut dan menangkap kedua pelaku itu dan langsung dibawa ke Polsek Metro Cakung," ungkap AKP Tom Sirait.

 

AKP Tom Sirait mengatakan, berdasarkan hasil interogasi, kedua pelaku saat beraksi dibantu empat pelaku lain, yakni SA, IM, D, dan I alias Rendi. Polisi pun melakukan pencarian berdasarkan keterangan kedua pelaku tersebut.

 

"Tim selanjutnya melakukan pengejaran terhadap pelaku lain. Tiga pelaku ditangkap di kawasan Serpong, Tangerang, Banten, dan sekitar BSD City," ujarnya.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.