Rabu, 28 November 2018

Saat 3 Juri Mencari Juara Indonesia Pro Bono 2018

Ketiga juri itu mencari pemenang di masing-masing kategori yakni kategori advokat yang memiliki catatan waktu pro bono terbaik, kategori advokat pro bono paling inspiratif di bidang litigasi dan kategori advokat pro bono paling inspiratif di bidang non litigasi.
M-28
Suasana FGD penialaian juri survei Indonesia pro bono 2018, Selasa (27/11). Foto: RES

Hukumonline mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam mencari juara Indonesia pro bono 2018. FGD ini menghadirkan tiga orang ahli yang berbeda-beda latar belakangnya. Dalam FGD yang digelar di kantor Hukumonline, Selasa (27/11), ketiga orang yang terdiri dari unsur akademisi, perwakilan pemerintah dan perwakilan NGO itu memberikan masukannya kepada Hukumonline sebagai juri survei.

 

Ketiga orang tersebut adalah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Prof. Harkristuti Harkrisnowo, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif Ari Juliano Gema yang juga pernah menjadi advokat, dan Ketua Harian Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI FHUI) Dio Ashar Wicaksono.

 

Dalam ajang Indonesia Pro Bono 2018 Champions ini, Hukumonline akan memberikan apresiasi bagi para advokat dan kantor hukum yang telah melakukan kegiatan pro bono selama periode 1 September 2017 sampai 31 Agustus 2018. Terdapat 15 juara dari hasil survei ini.

 

FGD yang digelar sejak pukul 09.00 WIB pagi itu dimulai dengan pemaparan Pemimpin Redaksi Hukumonline Fathan Qorib mengenai tujuan dilakukannya survei hingga proses survei dari mulai pengisian sampai jumlah kantor hukum yang menjadi responden. Sejak dibuka pengisian kuesioner pada 15 Oktober 2018 hingga 2 November 2018, tercatat sebanyak 57 kantor hukum ikut meramaikan ajang ini. Satu kantor hukum dihitung sebagai satu responden.

 

Begitu juga dengan kategori juara dalam survei, dibagi atas dua jenis, yakni kantor hukum dan individu. Untuk kantor hukum, terbagi atas tiga tipe, yakni kantor hukum yang jumlah advokatnya 3-10 orang. Kantor hukum yang jumlah advokatnya 11-30 orang dan kantor hukum yang jumlah advokatnya lebih dari 31 orang. Dari masing-masing tipe ini akan dipilih juara 1 sampai juara 3. Lalu, tiga juara lagi untuk kantor hukum yang jumlah advokatnya terbanyak melakukan kegiatan pro bono. Pencarian juara dilakukan melalui metodologi kuantitatif.

 

Sedangkan untuk kategori juara individu dalam survei ini terdiri dari tiga juara. Pertama, satu orang advokat yang memiliki catatan waktu pro bono terbaik. Kedua, satu orang advokat pro bono paling inspiratif di bidang litigasi. Dan ketiga, satu orang advokat pro bono paling inspiratif di bidang non litigasi. Untuk individu, pencarian juara dilakukan melalui penilaian oleh tiga dewan juri.

 

Saat mencari juara individu yakni advokat yang memiliki catatan waktu pro bono terbaik, ketiga juri secara bergantian mengeluarkan pendapat dan pandangannya terkait indikator dalam menentukan pemenang dari tiga kategori tersebut. Prof. Harkristuti misalnya berpandangan bahwa setiap kedudukan atau posisi advokat di kantor hukum memiliki jam kerja yang berbeda. “Advokat yang senior dan yang junior pasti beda jam kerjanya, yang sudah partner dan yang associate pasti beda,” tuturnya.

 

Kemudian, menurut Dio, tidak semua advokat dan kantor hukum tahu dasar hukum pro bono yang ada di dalam Peraturan Peradi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Bantuan Hukum Cuma-Cuma yang mengatur jam pro bono advokat. “Saat MaPPI melakukan penelitian soal pro bono, ternyata tidak semua advokat maupun kantor hukum tahu soal aturan minimal 50 jam pro bono. Bahkan ada kantor hukum yang afiliasi dengan kantor hukum di US (United State), memilih untuk menggunakan standar US yaitu minimal 20 jam pro bono,” terang Dio.

 

Lebih lanjut, Ari Juliano menjelaskan perihal asal mula ketentuan 50 jam pro bono bagi advokat. “Diatur 50 jam itu, karena waktu standard penanganan perkara klien melalui jalur litigasi itu rata-rata 50 jam oleh setiap advokat. Hal inilah yang menjadi dasar bagi Peradi untuk menentukan jam minimal pro bono adalah 50 jam,” ujar pria yang disapa Ajo itu.

 

Kategori yang mendapatkan penilaian selanjutnya adalah advokat paling inspiratif di bidang litigasi. Survei untuk kategori ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Dari 13 kantor hukum yang verifikasinya lengkap, ada 9 kantor hukum yang advokatnya melakukan kegiatan pro bono di bidang litigasi. Namun ada beberapa advokat yang menjadi responden justru tidak mencantumkan keterangan dalam jawaban kuesionernya secara jelas. Ada pula advokat yang dalam keterangannya menyatakan pro bono, namun saat diverifikasi justru klien mengatakan bahwa ada fee yang diminta oleh advokat tersebut. Setelah melalui perdebatan panjang, untuk kategori ini terdapat 3 nominasi.

 

Ada beragam kasus yang ditangani oleh para advokat secara pro bono, misalnya kasus perceraian, sengketa tanah, pembunuhan, hingga wanprestasi. Klien yang dibantu juga beragam mulai dari perseorangan hingga kelompok masyarakat tertentu. Para juri akhirnya memutuskan bahwa indikator penilaian yaitu kesulitan kasus, jangka waktu penanganan, dan social impact yang luas bagi masyarakat.

 

Untuk kategori advokat pro bono paling inspiratif di bidang non litigasi, dari 13 kantor hukum yang mengisi jawaban kuesioner pro bono dengan lengkap, ada 9 kantor hukum yang advokatnya melakukan kegiatan pro bono di bidang non litigasi. Ada beberapa advokat yang mengisi kuesioner pro bono non litigasi, namun itu dilakukan di luar periode penilaian pro bono Hukumonline. Setelah diverifikasi Lebih jauh hasilnya terdapat 5 nominasi dalam kategori ini.

 

Ada beragam kegiatan pro bono non litigasi yang dilakukan oleh para advokat mulai dari membantu legal drafting peraturan perundang-undangan, membantu penyusunan handbook bagi kelompok disabilitas, mengajar di kampus-kampus, memberikan pendapat hukum di media massa, mengajar dan menulis buku. Para juri akhirnya memutuskan bahwa indikator penilaian untuk kategori ini adalah kegatan yang memiliki konsistensi dan impact yang luas ditimbulkan bagi masyarakat.

 

Penasaran siapa saja pemenangnya, tunggu hasilnya di Hukumonline!!

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua