Sabtu, 01 Desember 2018

Fit and Proper Test Calon Komisoner LPSK Segera Digelar, Ini Harapan Koalisi

​​​​​​​Calon terpilih diharapkan dapat membawa perubahan positif di tubuh lembaga perlindungan saksi dan korban.
Rofiq Hidayat
Gedung MPR/DPR. Foto: RES

Setelah dilakukan perpanjangan masa jabatan komisoner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) periode 2013-2018 oleh pemerintah, DPR bakal segera menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap sejumlah calon komisoner. Setidaknya terdapat 14 calon yang lolos di tingkat Panitia Seleksi (Pansel) pemerintah, pun telah menjalani pembuatan makalah di DPR.

 

Wakil Ketua Komisi III Desmon Junaedi Mahesa membenarkan uji kelayakan dan kepatutan berupa tes wawancara terhadap sejumlah calon digelar pekan depan. Nantinya masing-masing calon bakal diwawancarai satu persatu oleh anggota Komisi III. Selain mesti menguasai soal mekanisme perlindungan saksi dan korban, calon pun mesti memahami persoalan hukum acara pidana.

 

“Iya pekan depan akan digelar fit and propertest,” ujarnya melalui pesan pendek kepada hukumonline, Sabtu (1/12).

 

Rencananya, uji kelayakan dan kepatutan bakal digelar selama dua hari, dengan rincian, Senin (3/12) sebanyak 8 orang calon dan 6 calon lagi keesokan harinya, Selasa (4/12). Dari 14 calon, dua di antaranya merupakan petahana (incumbent). Ke-14 calon komisioner tersebut adalah, Hasto Atmojo Suroyo (incumbent), Brigjen Pol Achmadi, Mufti Makarimal Ahlaq, Antonius Prijadi Soesilo Wibowo, Edwin Partogi Pasaribu (incumbent), Irjen Pol (Purn) Arief Wicaksono Sudiutomo, Livia Istania DF Iskandar, dan Maneger Nasution.

 

Sementara enam orang lainnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada Selasa (4/12) adalah Askari Razak, Susilaningtias, Ratna Batari Munti, Elfina Lebrine Sahetapy, Sudaryatmo, dan Agustinus Purnomo Hadi. Ke-14 calon itu akan memperjuangkan 7 kursi yang tersedia di LPSK. Salah satu calon yakni Edwin Partogi mengatakan kesiapannya menjalani uji kelayakan dan kepatutan tersebut. “Iya saya siap,” ujarnya.

 

Sementara koalisi perlindungan saksi dan korban menaruh harapan besar terhadap calon komisioner terpilih. Anggota koalisi, Sustira Dirga mengatakan, setidaknya terdapat beberapa poin rekomendasi yang diberikan terhadap calon terpilih nantinya. Pertama, LPSK ke depan perlu menyusun kembali mengenai mekanisme dan prosedur permohonan bagi korban, maupun saksi yang telah disinergikan, serta diharmosasikan oleh peraturan perundangan lainnya.

 



Baca:

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua