Senin, 03 Desember 2018

MPR dan Adkasi Siap Gelar Kampanye Pemilu Damai

Meminta dukungan MPR dalam acara kampanye Pemilu Damai itu. Karena pesertanya bisa mencapai 15.000 orang.
RED
Foto: Humas MPR

Delegasi Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) yang dipimpin Lukman Said menemui Ketua MPR Zulkifli Hasan di ruang kerja Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Senin(3/12). Kedatangan Lukman ke komplek parlemen untuk mengundang Zulkifli Hasan pada acara Adkasi yang hendak digelar pada Februari 2019 itu. Pada bulan dan tahun itu, Adkasi menggelar berbagai acara seperti seminar dan jalan sehat.

 

“Kami mengundang Bapak untuk menjadi pembicara dalam seminar Adkasi," ujar Lukman.

 

Sebagai politisi yang berada di daerah, asosiasi yang menghimpun DPRD dari 417 kabupaten se-Indonesia itu juga peduli terselenggaranya Pemilu yang damai, aman, dan berjalan lancar. Untuk itu DPRD mengajak MPR mengkampanyekan Pemilu damai lewat kegiatan jalan pagi dan apel. “Rencananya start dari Parkir Timur Senayan dan finish di Komplek Parlemen," ujarnya.

 

Agar berjalan sukses, Adkasi meminta dukungan MPR dalam acara kampanye Pemilu Damai itu. “Pesertanya bisa mencapai 15.000 orang,” ungkapnya.

 

Menanggapi keinginan itu, Zulkifli Hasan menyanggupi. “Nanti dalam seminar akan kita sampaikan materi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

 

Mengenai rencana kampanye Pemilu Damai, pria asal Lampung itu mendukung penuh. Soalnya Zulkifli  sudah keliling Indonesia dan menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, Pemilu entah itu Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden, dan Pemilu memilih anggota DPRD, semua harus berlangsung dengan suasana yang menggembirakan. Disebut Pemilu adalah konsekuensi dari demokrasi yang diselenggarakan secara rutin sekali dalam lima tahun sehingga hajatan ini dianggap sebagai hal yang biasa.

 

Dipaparkan dalam Pemilu yang dihadapi adalah teman, sahabat, dan saudara sendiri.  Untuk itu, kata Zul,  jangan anggap Pemilu sebagai perang. Komitmen inilah yang perlu dipegang sehingga tidak ada yang saling hujat dan serang. Dalam Pemilu yang perlu dikedepankan adalah friendly competition. Menurutnya, NKRI-lah yang menyatukan bangsa ini dalam Pemilu.

 

Memilih wakil rakyat atau Presiden menurut mantan Menteri Kehutanan itu sangat sederhana. Bila Suka Si A, SI B, datang ke TPS dan tentukan di bilik suara. Hanya dalam  kurun waktu tak lebih dari lima menit, rampung sudah menunaikan hal pemilih. Nah yang perlu dilakukan oleh calon wakil rakyat atau calon Presiden, menurut Zulkifli Hasan adalah soal pendekatan saja pada masyarakat.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua