Selasa, 04 Desember 2018

Semarak Hari Anti Korupsi Sedunia 2018

Dalam perhelatan Hakordia Sedunia 2018, ketua dan pimpinan partai politik berjanji dan berkomitmen demi kebaikan Indonesia.
Resa Esnir
Foto: RES

Peringatan Hari Anti Korupsi (Hakordia) Sedunia kembali digelar. Hakordia diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Selasa dan Rabu, 4-5 Desember 2018 di Jakarta. Peringatan Hakordia Sedunia 2018 ini resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Usai dibuka oleh Jokowi, acara dilanjutkan dengan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK). Penyelenggaraan KNPK ke 13 mengusung tema “Mewujudkan Sistem Integritas Partai Politik Indonesia”.

Tema tersebut diangkat dalam rangka mewujudkan pesta demokrasi yang berintegritas melalui pelaksanaan Pemilu Presiden dan Legislatif serentak tahun 2019. Ketua KPK Agus Rahadjo mengatakan, dalam perhelatan ini ketua dan pimpinan partai politik berjanji dan berkomitmen demi kebaikan Indonesia.

Konferensi Nasional ini menghadirkan pembicara Ketua KPK Agus Raharjo, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan Menteri dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Selain itu, hadir pula ketua umum/sekjen dari 16 partai politik peserta pemilu 2019 yang menandatangani komitmen implementasi sistem integritas di partai politik.

Dalam perhelatan ini, KPK melibatkan sebanyak 57 instansi mulai dari kementerian, lembaga dan pemerintah daerah. Selain itu, sebanyak 20 organisasi masyarakat sipil dan pusat kajian antikorupsi turut meramaikan acara, begitu juga 16 perwakilan dari partai politik.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, terdapat sejumlah fokus utama dalam acara ini. Tujuannya untuk mendorong partai politik membangun sistem politik berintegritas.

"Karena itu 16 parpol yang sudah diundang akan menandatangani komitmen bersama melakukan pemberantasan korupsi atau pencegahan korupsi bersama-sama," ungkap Febri.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua