Jumat, 07 Desember 2018

4 Uang Kertas Rupiah Ini Harus Ditukar Sebelum 31 Desember 2018

Masyarakat diminta melakukan penukaran di seluruh kantor Bank Indonesia hingga 30 Desember 2018.
M. Agus Yozami
Foto: SGP

Bank Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008 telah melakukan pencabutan dan penarikan beberapa pecahan uang kertas Rupiah.

 

Pecahan uang kertas Rupiah yang dicabut dan ditarik itu adalah: 1. Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Tjut Njak Dhien); 2. Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hadjar Dewantara); 3. Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman); dan 4. Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta).

 

“Bagi masyarakat yang masih memiliki uang pecahan emisi tersebut, dapat melakukan penukaran di seluruh kantor Bank Indonesia hingga 30 Desember 2018,” bunyi siaran pers Departemen Komunikasi Bank Indonesia pada Senin (3/12) kemarin.

 

Menurut siaran pers itu, Bank Indonesia membuka layanan penukaran sampai dengan 30 Desember 2018, termasuk layanan khusus pada 29-30 Desember 2018.

 

Disebutkan dalam siaran pers itu, Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar uang, adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang kertas.

 

(Baca Juga: Alasan Hukum Mengapa Uang Kertas Rupiah Tak Boleh Dilipat dan Diremas)

 

Sumber: Setkab

 

Bank Indonesia sendiri sudah melakukan sosialisasi mengenai hal ini. Di lampung, misalnya. Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera menukarkan uang pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 tahun emisi 1998 serta pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 tahun emisi 1999 yang masa berlakunya berakhir pada 1 Januari 2019.

 

"Bank Indonesia telah melakukan pencabutan dan penarikan uang kertas rupiah itu berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008, " kata Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, seperti dikutip Antara di Bandarlampung, Kamis (6/12).

 

Masyarakat Lampung yang masih memiliki uang pecahan tersebut dapat melakukan penukaran di seluruh kantor Bank Indonesia sampai dengan 30 Desember, termasuk di unit pelayanan khusus pada 29-30 Desember 2018.

 

Ia menyebutkan, masyarakat akan mendapatkan penggantian sesuai nominal yang ditukarkan atau tanpa ada potongan selama uang itu memenuhi kriteria sebagai uang rupiah asli dan apabila kondisi uang rusak, fisik uang harus lebih dari 2/3 bagian atau 67 persen, serta bukan uang mutilasi atau nomor seri kanan dan kiri berbeda.

 

Selain di Kantor Bank Indonesia Provinsi Lampung, menurut Budiharto, masyarakat Lampung juga bisa menukarkan uang-uang kertas itu di Kas Titipan Bank Indonesia yang berada di BRI Liwa Lampung Barat dan Kotabumi, Lampung Utara.

 

"BI siap melayani setiap hari dari jam 08.00-12.00 WiB, dan hari Sabtu-Minggu, 29 dan 30 Desember 2018, Bank Indonesia juga tetap melayani penukaran uang yang dicabut masa edarnya," ujarnya.

 

Kepala Kantor BI Perwakilan Provinsi Lampung itu, menambahkan Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah, dengan pertimbangan antara lain masa edar uang dan adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman pada uang kertas.

 

"Hingga sekarang sudah cukup banyak masyarakat yang telah menukarkan uang tersebut," kata Budi.

 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) juga melakukan sosialisasi yang sama. Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Ricky Gozali, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk segera menukarkan empat pecahan uang kertas lama. 

 

"Uang ini masanya sudah lama, sementara BI telah mengeluarkan uang tahun emisi 2004 dan 2005 yang sama pecahannya, oleh karena itu kita tarik," ujarnya seperti dikutip Antara di Gorontalo, Kamis (6/12).

 

Ia menjelaskan, tujuan lainnya dari penarikan uang lama tersebut yaitu kebijakan uang yang bersih di masyarakat sehingga uang ada beredar adalah uang yang layak edar. "Jadi tidak ada lagi uang lusuh yang beredar, jadi setiap periode 10 tahun kita ganti yang baru, dan kemungkinan uangnya akan berubah. Seperti saat ini adalah uang NKRI," ucapnya.

 

Menurutnya, semua uang pecahan lama itu akan ditarik setelah batas waktu penukaran berakhir. Bagi siapapun yang memilikinya, ia mengimbau untuk segera menukarkannya. "Berapapun jumlahnya akan ditukar jika memang asli, dan apabila diperlukan pemeriksaan keaslian uang itu maka kita minta waktu 14 hari," kata dia, lagi. (ANT)

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.