Senin, 10 Desember 2018

Festival Budaya Islam Semarakan Sosialisasi Empat Pilar di Gorontalo

Yakni menampilkan tarian tradisional Gorontalo, pembacaan puisi dan Musik Arab.
RED
Foto: Humas MPR

Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR  bekerjasama dengan Yayasan AD Centre Provinsi Gorontalo dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR menggelar ‘Festival Budaya Islam’ bertempat di AD Centre Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kota Gorontalo, pada Sabtu (8/12) malam. 

 

Hadir pada acara itu Anggota MPR Fraksi Gerindra Elnino M. Husein Mohi, Asisten II Bidang Pembangunan Pemprov Gorontalo Sultan Rusdi, Ketua Yayasan AD Centre Gorontalo Adhan Dambea, Kepala Biro Keuangan Sekretariat Jenderal MPR Maifrizal dan ratusan masyarakat yang tampak antusias mengikuti serta  menyaksikan acara. Antara lain menampilkan  tarian tradisional Gorontalo,  pembacaan puisi dan Musik Arab.

 

Elnino M. Husein Mohi mengatakan  penduduk Gorontalo mayoritas  98% beragama Islam. Karena itulah MPR menggelar acara dengan tema “Festival Budaya Islam” untuk mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Ini merupakan salah satu metode sosialisasi," ujarnya.

 

Sebagai seni budaya yang popular bagi masyarakat Gorontalo, Elnino menyebut penyampaian Empat Pilar lewat pertunjukan seni budaya juga digelar di banyak daerah. Tentunya disesuaikan dengan budaya masyarakat setempat. Sehingga pementasan seni budaya yang dilakukan oleh MPR beragam seperti Bhinneka Tunggal Ika. Paling penting, pentas seni budaya apapun bentuk dan asalnya, tak sekadar menjadi tontotan namun juga harus bisa menjadi tuntunan. “Selanjutnya diaktualisasikan dalam kehidupan keseharian," ujar Elnino.

 

Di hadapan warga kota yang berjulukan “Serambi Madinah" ini , Elnino mengatakan Indonesia adalah bangsa yang besar. Untuk itu kebesaran bangsa ini harus dirawat dan dijaga. Salah satu kiat untuk menjaga Indonesia, menurut pria kelahiran Gorontalo itu adalah dengan mengingat dan mengamalkan Pancasila. Dari sinilah maka MPR melakukan sosialisasi ke seluruh penjuru tanah air. “Mari kita laksanakan nilai-nilai Pancasila," katanya.

 

Sementara Maifrizal  mengatakan, MPR sudah menyelenggarakan pagelaran seni budaya sejak tahun 2009. Selain untuk Sosialisasi Empat Pilar juga untuk memberi apresiasi dan ikut melestarikan seni budaya daerah, serta memperkuat rasa kebhinnekaan yang sudah terbangun selama ini. Dengan pagelaran seni budaya menurut pria yang biasa dipanggil Datuk MPR telah melakukan dua hal, Sosialisasi Empat Pilar dan mendukung pelestarian seni budaya nusantara. “MPR ikut melestarikan dan menjaga budaya leluhur," katanya.

 

 Adhan Dambea menambahkan, Empat Pilar yang disosialisasilkan ini harus dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehar-hari. Soalnya, lanjut Adhan, Empat Pilar ini erat kaitannya dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Artinya, dengan memahami Empat Pilar, kita mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara.

 

Sebagai tanda dibuka secara resmi acara sosialisasi dan festival dimulai, Elnino M. Husein Mohi, didampingi Adhan Dambea, Maifrizal memainkan alat musik polo palo. Selain menampilkan beragam seni budaya Gorontalo, acara festival budaya islam ini juga diisi dengan acara Talkshow. Yakni dengan narasumber  Elnino M. Husein Mohi, Adhan Dambea, dan Maifrizal. Salah seorang peserta dalam sesi tanya jawab menanyakan menghadapi pemilu serentak 2019 ini mengapa banyak sekali peraturan baru dan siapa yang membuat. Menjawab pertanyaan itu, Elnino menyatakan, dalam pelaksanaan pemilu serentak nanti semua aturan diataur oleh KPU dan diawasi oleh Bawaslu. Komisi dan Badan itu dibentuk oleh undang-undang.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua