Senin, 10 Desember 2018

Pagelaran Wayang Sunda, Cepot Ikut Mensosialisasikan Empat Pilar

Juga memberdayakan budaya bangsa.
RED
Foto: Humas MPR

Lapangan Pasar Ciampea, Desa Benteng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12) terlihat ramai dan meriah. Ratusan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua memenuhi lapangan yang sore itu diguyur hujan.

 

Masyarakat ingin menghabiskan malam di akhir pekan  dengan menikmati pagelaran wayang golek atau wayang sunda. Wayang golek yang popular dengan tokoh Cepot, malam itu melakonkan kisah 'Sasrajingga Ngadeg Raja'. Pagelaran itu sendiri digelar dalam rangka Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau Empat Pilar MPR.

 

Sebagai kegiatan yang digelar oleh MPR, hadir dalam acara itu anggota MPR dari Fraksi Demokrat Anton S. Suratto, Kabiro Humas Setjen MPR Siti Fauziah,  Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Biro Humas Setjen MPR Muhammad Jaya. Sedang dari pihak tuan rumah hadir Kapolsek Gunung Putri, Danramil Ciampea, Camat Ciampea, dan Kepala Desa Benteng.

 

Kepada masyarakat, Anton menuturkan dirinya hadir di Ciampea untuk menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar. Sosialisasi itu menurutnya dilakukan dengan beragam metode. Menurutnya di antara metode itu adalah lewat pagelaran seni budaya. Disebut pagelaran seni budaya yang pernah digunakan untuk sosialisasi adalah wayang kulit, ludruk, reog, wayang golek, dan seni budaya lainnya. "Selain sosialisasi, kita ingin memberdayakan budaya bangsa," katanya.

 

Siti Fauziah dalam sambutan sebelumnya mengatakan, pagelaran seni budaya wayang golek diharapkan dapat menghibur masyarakat. Di Ciampea diakui masih banyak yang menggemari wayang golek. "Untuk itulah MPR mensosialisasikan Empat Pilar lewat pentas ini", tuturnya. 

 

Menurut perempuan yang akrab dipanggil Bu Titik, pentas wayang golek selain digelar sebagai media untuk sosialisasi juga sebagai upaya MPR ikut melestarikan kesenian daerah agar tetap hidup di tengah masyarakat. Dipaparkan, sosialisasi lewat pentas seni budaya digelar sesuai dengan budaya setempat. Dicontohkan, di Riau, Sumatera, lewat puisi, pantun, dan gurindam. "Untuk masyarakat Ciampea kita gunakan wayang golek," ujarnya.

 

Menggunakan pentas seni budaya untuk sosialisasi menurutnya karena banyak tuntunan, filosofi, pesan, dan ajakan kebaikan dalam kehidupan dari masyarakat lokal atau adat. Pagelaran wayang golek itu sangat istimewa sebab dibawakan dua dalang, yakni Ujang Bukhari dan Ogi S Permana. Ogi sendiri adalah anak Ujang. 

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua