Sabtu, 08 December 2018

Terbukti Selingkuh, Bawas MA Nonpalukan Hakim PN Denpasar

Aida Mardatillah

Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA) menjatuhkan hukuman nonpalu selama dua tahun terhadap seorang hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar berinisial DA yang dianggap terbukti selingkuh lantaran merebut istri orang. Dari hasil pemeriksaan Bawas MA, hakim DA, yang dikabarkan merupakan anak hakim agung ini, terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim (KEPPH).

 

“Dari hasil kesepakatan pimpinan MA pada 6 Desember 2018, MA sepakat menjatuhkan sanksi terhadap DA dengan hakim nonpalu selama dua tahun. Kemudian hakim tersebut dipindahkan (demosi) di Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah di Gedung MA Jakarta, Jumat (7/12/2018) kemarin.

 

Abdullah mengatakan dengan status hukuman hakim nonpalu, hakim DA hanya menerima gaji pokok tanpa tunjangan. Selain dihukum tidak menangani perkara, hakim DA akan menerima pembinaan mental dan spiritual. Sementara istri DA yang juga berprofesi sebagai hakim yang turut dipindahkan dari PN Denpasar ke PN Jantho yang juga masuk wilayah PT Banda Aceh.

 

“Keduanya dipindahkan ke wilayah PT Banda Aceh agar keduanya membina kembali, keharmonisan rumah tangga,” tutur Abdullah.

 

Sementara, seorang panitera pengganti PN Denpasar yang menjadi selingkuhan hakim DA, berinisial BC dipindahkan ke PT Surabaya. Sementara suami hakim BC yang juga seorang hakim berinisial PW turut dipindahkan dari PN Waingapu ke PN Bangkalan Madura. Tersebarnya kasus perselingkuhan ini, karena Hakim PW melaporkan perselingkuhan istrinya dengan hakim DA ke MA dan Komisi Yudisial terkait dugaan perselingkuhan istrinya itu.

“Ia (hakim PW) dipindahkan ke PN Bangkalan agar suami istri ini dapat kembali membina keutuhan rumah tangga karena jarak PT Surabaya dengan PN Bangkalan BC tidak jauh,” jelasnya.

 

Untuk diketahui, perselingkuhan antara DA dan BC sebelumnya muncul setelah ada percakapan antara keduanya melalui WhatsApp yang beredar sejak beberapa akhir pekan lalu. Percakapan keduanya bernuansa mesum karena membicarakan seputar hubungan pasangan suami istri.

 

Cerita bermula, ketika PW yang juga berprofesi hakim menikah dengan BC yang merupakan seorang panitera pengganti pada 2011. Memasuki akhir 2017, rumah tangga PW dan BC mulai terusik dengan kehadiran DA. DA dan BC mulai saling bertukaran pesan mesra sejak awal tahun 2018 dan saling memanggil papa dan mama sebagai panggilan sayang diantara keduanya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua