Senin, 17 Desember 2018

Memasuki Tahun Politik, MPR Serap Masukan dari Pegiat Media

Pemilu serentak di 2019 menjadi momentum MPR, dalam meredam potensi kegaduhan di masyarakat. Pemberitaan MPR diharapkan tetap optimal.
RED
Foto: Humas MPR

Di penghujung 2018 dan memasuki tahun politik di 2019, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)  menggelar pertemuan dengan  sejumlah redaktur media cetak, online dan elektronik. MPR menyerap masukan dan kritik dari para pegiat di beberapa media cetak, online, dan elektronik. 

 

Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah mengatakan evaluasi terhadap publikasi pemberitaan MPR di 2018 menjadi penting dari redaktur senior di media. Apalagi dalam menghadapi tahun politik, publikasi pemberitaan  mesti lebih baik. Dia berharap  pada tahun 2019 kerjasama akan semakin baik lagi. 

 

"Kita harapkan tahun depan lebih bersinergi lagi. Komunikasi yang sudah terjalin bisa ditingkatkan lagi," ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (16/12/2018).

 

Menurut Siti, masukan dan kritik terhadap publikasi dan pemberitaan MPR sepanjang 2018 amatlah penting. Sebab dengan begitu bakal dapat diperbaiki di tahun politik, 2019. Apalagi penyelenggaraan pemilihan umum digelar serentak. Yaitu antara pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

 

Baginya, Humas MPR dan media adalah sejajar. Karenanya, MPR dan media memiliki kesamaan dalam menyebarkan pemberitaan yang sejuk dan menjaga persatuan di tengah masyarakat, khususnya di tahun politik. "Kita adalah mitra sejajar dan mempunyai kepentingan yang sama," ujar wanita yang akrab disapa Bu Titi ini.

 

Pertemuan dengan pegiat media  dikemas dalam Media Expert Meeting  bertajuk  Evaluasi Publikasi Pemberitaan MPR Tahun 2018. Siti didampingi  Kepala Bagian Pemberitaan dan Layanan Informasi Muhammad Jaya dan Kepala Subag Pemberitaan Budi Muliawan. Acara tersebut digelar di Balikpapan, Sabtu (15/12) kemarin.

 

MPR, kata Siti,  mengapresiasi media yang telah bekerjasama dengan MPR sepanjang 2018. Kerjasama yang terjalin selama ini berjalan dengan baik. Ia mengharapkan pada tahun 2019 kerjasama akan semakin baik lagi.  "Pemberitaan MPR diharapkan tetap optimal, Kita lakukan yang terbaik untuk semuanya," katanya.

 

Peserta media mayoritas menilai tak memungkiri adanya irisan antara pimpinan MPR dan kontestasi politik menjelang pemilu serentak 2019. Dalam kontestasi politik itu para peserta mengharapkan pemberitaan MPR melalui pernyataan pimpinan MPR tetap bernuansa menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan pemilu damai dan sejuk.

 

Salah satu peserta Abdul Rochim mengatakan pemilu serentak di 2019 menjadi momentum MPR  meredam potensi kegaduhan di masyarakat. "Ketika banyak berita hoax, fitnah, ujaran kebencian, MPR bisa berperan untuk meredam kegaduhan itu. Ini bisa dilakukan melalui pesan dan pernyataan pimpinan MPR," ujarnya.

 

Beberapa masukan lain dari awak media adalah berita kegiatan MPR agar juga dikemas dengan infografis, berita MPR tidak hanya tertulis tapi juga dalam bentuk video (gambar) untuk televisi. Sosialisasi Empat Pilar MPR pun dapat dikaitkan dengan isu kekinian, dan lainnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua