Kamis, 03 January 2019

Pilihan

 

Untuk itulah pada akhir tahun ini kita perlu berefleksi untuk bersyukur dan berjanji pada diri sendiri untuk mengurus hal-hal yang menyangkut takdir dengan lebih baik, sehingga derita dan bencana bisa dikendalikan. Untuk hal-hal yang merupakan pilihan, kita harus bisa memilih lebih baik, lebih cermat dan lebih berhati-hati dimasa mendatang, yang dimulai pada pergantian tahun ini.

 

Membangun ekonomi yang adil, infrastruktur yang menunjang pembangunan, dan memperbaiki perawatan kesehatan, sistem pendidikan dan pengentasan kemiskinan adalah pilihan. Melakukan reformasi hukum dan sistem peradilan adalah pilihan. Mencegah dan menindak korupsi serta membangun pemerintahan yang bersih adalah pilihan. Menyiapkan semua infrastruktur dan sumber daya manusia yang diperlukan untuk memasuki era industry 4.0 adalah pilihan. Indonesia mampu melakukan itu semua, dan harapan bahwa dalam tahun 2050 Indonesia menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke 4 di dunia (ramalan dari PricewaterhouseCoopers) bisa jadi kenyataan kalau kita semua bekerja keras untuk tujuan itu.

 

Terakhir, memilih Presiden dan Wakil Presiden serta anggota DPR/DPD adalah pilihan. namanya saja pemilihan umum. Di sini kecerdasan bangsa ini diuji, apakah kita masih bodoh dengan memilih calon yang bermasalah dan yang dari rekam jejaknya kira-kira akan bermasalah, atau kita sudah cukup cerdas untuk memilih mereka yang berdasarkan rekam jejaknya mau dan mampu bekerja untuk melaksanakan tujuan-tujuan bangsa di atas.

 

Mereka yang belum terekspos dengan rekam jejak masing-masing calon, masih ada sedikit waktu untuk mulai memeriksa data, bertanya kepada yang ahli, membuka diri untuk melihat kenyataan-kenyataan yang ada, dan jangan terpengaruh oleh janji kampanye yang hampir selalu tidak pernah ditepati.

 

Selamat tahun baru 2019, dan selamat menyelamatkan bangsa ini.

 

ats - akhir desember 2018

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua