Senin, 07 January 2019

KPU Diminta Tinjau Ulang Kisi-Kisi Debat Pasangan Calon

Kisi-kisi pertanyaan debat sudah diberitahukan kepada pasangan calon presiden/wapres lebih dahulu.
Moh. Dani Pratama Huzaini
Ilustrasi: BAS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepakat untuk menginformasikan kisi-kisi dari pertanyaan yang akan disampaikan dalam debat pasangan calon Presiden/calon Wakil Presiden. Pada pemilu sebelumnya, kisi-kisi pertanyaan yang akan diajukan panelis itu tidak diberitahukan kepada pasangan calon. Kali ini, KPU dan tim sukses kedua pasangan sudah sepakat membuka kisi-kisi dimaksud.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tathowi menjelaskan kesepakatan yang dibangun antara KPU dengan kedua tim sukses pasangan calon Presiden/calon Wakil Presiden untuk memberikan kisi-kisi dari pertanyaan kepada pasangan calon seminggu sebelum debat kandidat dilaksanakan adalah upaya untuk mengembalikan debat kepada tujuan yang sebenarnya.

Debat sebagai salah satu metode kampanye yang disinggung UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pasal 275 UU Pemilu menyebutkan, kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267 dapat dilakukan melalui salah satunya dengan metode debat pasangan calon tentang materi kampanye pasangan calon. UU Pemilu sendiri mengatur perihal kampanye sebagai kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program dan/atau citra diri peserta pemilu.

“Dengan memberikan soal sebelummya, maka gagasan yang disampaikan oleh pasangan calon bisa lebih diuraikan dengan jelas dan utuh,” ujar Pramono melalui keterangan tertulisnya yang diterima hukumonline, Minggu (6/1).

Menurut Pramono, visi misi pasangan calon dan kiat-kiat untuk membangun kedepan lebih bisa disampaikan jika sebelumnya terdapat kisi-kisi dari penyelenggara sebagai pengarah menjawab pertanyaan. Dengan begitu publik diharapkan lebih bisa memperoleh informasi secara utuh dan memberikan penilaian secara lebih obyektif.

(Baca juga: Mengukur Keamanan Kotak Suara pada Pemilu 2019, Sudah Terjamin).

Mantan Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay menyayangkan keputusan yang diambil KPU. Ketika melihat debat pasangan calon, pemilih ingin mengetahui perbedaan antara kedua pasangan calon secara otentik. Melalui debat, seharusnya publik bisa memperoleh detail-detail yang berbeda dari kedua pasangan calon dalam rangka upaya membangun Indonesia setelah mereka terpilih. “Kita itu melalui debat ini sebagai pemilih, ingin melihat perbedaan di antara mereka,” ujar Hadar kepada Hukumonline, Senin (07/1).

Sebelum debat, pemilih belum sepenuhnya memiliki keyakinan terkait pasangan mana yang akan dipilih. Penting bagi mereka melihat kapasitas calon menjelaskan visi misi dan menjawab pertanyaan secara orisinil. Setelah debat pemilih diharap memiliki keyakinan terkait pasangan calon mana yang akan dipilih, tentu dengan mempertimbangan aspek-aspek yang ditampilkan sepanjang debat berlangsung. Kisi-kisi yang diberikan membuat pasangan calon terlebih dahulu mengetahui pertanyaan apa yang akan disampaikan. Aspek orisinalitas yang menentukan detail-detail yang berbeda menjadi sulit ditemukan. “Debat itu maknanya akan menjadi berkurang kalau model yang mau dilakukan seperti yang kita dengar sekarang,” ujar Hadar.

Senada, Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, menilai debat tidak hanya untuk menyosialisasikan visi, misi, dan program pasangan calon presiden. Tetapi juga menguji orisinalitas respons dan pandangan pasangan calon presiden terhadap kondisi faktual. Debat menyajikan pandangan pasangan calon terhadap ruang lingkup tema perdebatan yang tidak bisa dibatasi. Karena itu, sudah sewajarnya pertanyaan yang dirumuskan oleh panelis tidak perlu diberikan kepada pasangan calon presiden. “Dalam pandangan kami, tema debat itu sendiri sudah merupakan kisi-kisi yang sangat memadai bagi para pasangan calon. Mengapa tidak cukup hanya itu saja,” ujar Titi melalui keterangan tertulis yang diterima hukumonline, Senin (7/1).

Lebih jauh menurut Titi, pemilih sebagai pemirsa debat akan kehilangan aspek orisinalitas masing-masing pasangan calon. Apalagi untuk melihat respons natural calon dalam menghadapi peristiwa tidak terduga. Apakah masih mampu bersikap substantif, sistematis, dan tepat sasaran. Konsep, komitmen, dan keberpihakan atas suatu isu diuji secara apa adanya dalam debat yang spontan. Pemimpin sudah semestinya bisa bekerja di bawah tekanan. Maka, manfaat dari pertanyaan yang dirahasiakan dan disampaikan di tempat acara juga bisa melihat daya tahan dan adaptasi calon untuk bekerja di bawah tekanan ataupun situasi dan kondisi yang tak terduga. Ini juga akan memperlihatkan kapasitas kepemimpinan para calon dalam tata kelola pemerintahan kelak.

(Baca juga: Belum Prioritas, Isu HAM Didorong dalam Diskursis Capres Cawapres).

Membuat kesepakatan membuka kisi-kisi dengan tim sukses calon,  Hadar menilai, merupakan otoritas KPU. Jika dalam pelaksanaannya seolah membutuhkan adanya kesepakatan atau persetujuan pasangan calon, tentu dengan memahami adanya pengaturan demikian. Ia mengingatkan peran terbesar dalam konteks ini terletak di tangan KPU sebagai penyelenggara. Gagasan yang hendak ditawarkan oleh KPU itulah yang dimintakan pandangannya kepada masing-masing perwakilan calon. “Tapi tidak seharusnya menyerahkan kepada apa yang diusulkan atau diminta pasangan calon,” tambah Hadar.

Perludem menilai langkah KPU  dalam mempertimbangkan masukan paslon soal mekanisme dan metode debat adalah hal yang wajar. Namun mestinya KPU juga punya konsep kuat yang menjadi tawarannya dalam pelaksanaan debat. KPU adalah lembaga mandiri dalam mengatur teknis pemilu. Tidak semua hal harus bersepakat dengan paslon apabila KPU memandang konsep yang dibawanya lebih sesuai dengan tujuan penyelenggaraan pemilu yang luber, jujur, adil, dan demokratis. Justru di situlah kemandirian KPU diuji sebagai regulator teknis pemilu.

Oleh sebab itu, karena masih tersisa waktu dari hari ini hingga jadwal debat pertama, Perludem mendorong KPU untuk meninjau ulang langkah untuk memberikan semua daftar pertanyaan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden. KPU cukup menyampaikan tema umum perdebatan sebagai basis bagi pasangan calon untuk mempersiapkan diri. Hal ini sekaligus juga bertujuan untuk memberikan pendidikan politik dan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui, sejauh mana pemahaman personal pasangan calon dari persoalan penting yang ada dimasyarakat sesuai dengan tema perdebatan.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua