Rabu, 09 Januari 2019

Terkait 2 Asetnya, AJB Bumiputera Sebut Sedang Lakukan PK dan Gugatan Perlawanan

Semua pihak diminta untuk tetap menghormati proses hukum sesuai aturan yang berlaku.
Hamalatul Qur'ani

Lantaran sedang menempuh upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung sekaligus dalam tahap melakukan gugatan perlawanan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, AJB Bumiputera 1912 bersikukuh bahwa dua asetnya yang disebut-sebut sebagai objek sita PN Jaksel hingga saat ini masih sah di bawah kepemilikan AJB Bumiputera 1912. 

 

Dalam keterangan tertulis yang diterima hukumonline, Kuasa Hukum AJB Bumiputera, Army Mulyanto membantah bahwa kedua asetnya telah resmi menjadi objek sitaan serta menyebut kedua aset tersebut masih sah milik AJB Bumiputera 1912.

 

Alasannya, Army menyebut bahwa upaya PK dan gugatan perlawanan masih sedang dalam proses, maka belum ada keputusan hukum tetap. Dengan demikian, AJB Bumiputera 1912 menghimbau para pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta tidak melakukan upaya apapun terhadap kedua aset tersebut secara sepihak.

 

“Kami memperingatkan siapapun pihak untuk tetap menghormati proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” kata Army.

 

(Baca Juga: AJB Bumiputera Diminta Patuhi Putusan PN Jaksel dan MA)

 

Sebelumnya, kuasa hukum eks-Dirut AJB Bumiputera (Soeseno), Eggi Sudjana telah mengajukan permohonan sita eksekusi kepada PN Jaksel atas aset milik AJB Bumiputera akibat pihak AJBB tak kunjung membayarkan hasil komisi atas realisasi kumpulan Perumnas senilai Rp19 miliar kepada Soeseno. Alhasil, pada 14 November 2018 berdasarkan Surat Penetapan Sita Eksekusi No. 58/Eks.Pdt/2018, beberapa aset Bumiputera berikut resmi menjadi objek sitaan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan:

 

  1. Tanah dan bangunan yang terletak di jalan Woltermonginsidi No. 84 Jakarta Selatan atas nama Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912.
  2. Tanah yang terletak di jalan Bintaro Raya No. 10 Tanah Kusir Kebayoran Lama, Jakarta Selatan atas nama Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912.

 

Pada Senin (7/1) kemarin, Eggi Sudjana mewakili Soeseno bersama rekannya telah menggandeng pihak kepolisian untuk menyambangi Kantor AJB Bumiputera 1912 di daerah Woltermonginsidi, Jakarta Selatan. Di hadapan wartawan, Eggi meminta kepada pihak AJB Bumiputera 1912 untuk segera mengosongkan kantor yang sudah berada dalam ‘status quo’ tersebut. 

 

Menurutnya, kantor AJB Bumiputera yang terletak di bilangan Woltermonginsidi, Jakarta Selatan telah resmi menyandang status objek sitaan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sesuai dengan Surat Penetapan Sita Eksekusi No. 58/Eks.Pdt/2018, tertanggal 14 November 2018.

 

“Kalau harus disitanya itu kan 14 November. Sudah dua bulan sekarang kan sudah cukup lama,” terang Eggi.

 

Tak sampai di situ, Eggi juga meminta pihak Kepolisian untuk memasang Police line pada aset AJB Bumiputera yang masuk dalam jangkauan sitaan, agar pelelangan terhadap aset tersebut dapat segera dilakukan. Lantaran sudah menang di pengadilan tingkat pertama, banding dan kasasi bahkan setelah keluarnya Surat inkracht No. W.10.U3/1864/HK.02/7/2018, Eggi bahkan Eggi mengancam akan menggugat pihak Kepolisian jika enggan melaksanakan Putusan Kasasi MA No. 3061 K/Pdt/2017 tersebut.

 

“Kita minta hari ini dipasang police line, ini perintah pengadilan, kalau polisi tidak jalankan ya polisi kita gugat juga, kenapa enggak jalankan putusan pengadilan,” tegas Eggi di depan kantor AJB Bumiputera Woltermonginsidi, Jakarta Selatan.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua