Kamis, 31 Januari 2019

Innalillahi, Mantan Kapolri Awaloedin Djamin Tutup Usia

Agus Sahbani

Keluarga Besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya mantan Kapolri Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin.

 

"Polri turut berduka yang mendalam atas meninggalnya Bapak Awaloedin," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Syahar Diantono di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (31/1/2019) malam seperti dikutip Antara.

 

Syahar mengatakan Polri sangat kehilangan sosok Awaloedin karena jasa dan pengabdiannya sangat besar selama ini bagi institusi Polri.

 

"Beliau turut berjasa sangat besar bagi Polri dan mengabdikan dirinya untuk Polri. Pemikiran-pemikiran beliau banyak disumbangkan untuk kemajuan Polri," kata dia.

 

Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin lahir di Padang, Sumatera Barat, 26 September 1927. Awaloedin pernah menjadi anggota DPR Gotong Royong pada 1964-1966.

 

Ia pun pernah dipercaya mengemban tugas sebagai Menteri Tenaga Kerja dalam Kabinet Ampera pada era Presiden Soeharto pada tahun 1966-1967. Pada 1970, pria asal Minang ini menjadi Direktur Lembaga Administrasi Negara. Selanjutnya pada 1976, Awaloedin pernah ditunjuk menjadi Duta Besar RI untuk Jerman Barat.

 

Awaloedin pun tercatat menjabat sebagai Kepala Kepolisian RI pada periode 1978-1982. Awaloedin juga didapuk sebagai "Bapak Satpam Indonesia" karena dia mempelopori lahirnya Satuan Pengamanan (Satpam).

 

Kisah pengabdian Awaloedin untuk Polri dan Indonesia akhirnya terhenti karena sakit yang dideritanya. Ia menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, Kamis.

 

Jenazahnya akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Jumat (1/2/2019). Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dijadwalkan menjadi inspektur upacara penghormatan pemakaman Awaloedin. (ANT)

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua