Jumat, 08 February 2019

Makin Melek Hukum Pidana bareng LIA!

​​​​​​​Selain jago menjawab pertanyaan Hukum Perkawinan, Perceraian, dan Waris, LIA kini bisa menjawab pertanyaan tentang Hukum Pidana!
Tim Hukumonline

Penjara, hukuman, dan sidang mungkin itu kata-kata pertama yang keluar dari benak masyarakat ketika membayangkan kata “Pidana”. Banyaknya sumber informasi yang bermunculan di internet, membuat masyarakat harus lebih jeli lagi dalam menentukan sumber referensi yang tepat.

 

Sebagai legal knowledge company, yang telah mengedukasi masyarakat lebih dari 18 tahun, Hukumonline.com berusaha mewujudkan misinya yakni menjadikan hukum untuk semua, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi.

 

Diluncurkan dan diresmikan pada Selasa, 8 Agustus 2018 lalu oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Bapak Rudiantara, S.Stat. MBA beserta Presiden Komisaris Hukumonline Ahadi Bayu Tejo, sebagai chatbot Hukum Pertama di Indonesia, Legal Intelligence Assistant atau akrab disapa LIA kini dapat menjawab pertanyaan masyarakat tentang hukum pidana.

 

“Memang sudah saatnya sektor hukum terus memanfaatkan teknologi informasi. Era perkembangan dunia teknologi informasi yang semakin pesat, Hukumonline dapat dilihat sudut pandang sebagai subjek dan objek. Ketika sebagai subjek, Hukumonline telah berupaya paling terdepan memberi layanan informasi hukum dengan menggunakan teknologi digital. Ketika sebagai objek, Hukumonline mesti terus meng-upgrade platform seiring kebutuhan hukum masyarakat dan meningkatkan layanan” tutur Rudi pada sambutannya pada peluncuran LIA yang diselenggarakan di Hotel JS Luwansa Jakarta, Selasa (7/8/2018).

 

(Baca Juga: LIA, Chatbot Hukum Pertama Indonesia Resmi Diluncurkan)

 

Mengapa LIA bisa pintar dalam menjawab pertanyaan hukum? Karena, LIA dibekali teknologi Artificial Intelligence (AI) bernama natural language processing (NLP), yaitu kemampuan untuk memahami dan menulis bahasa manusia. Dengan NLP, LIA mengerti apa yang ditulis oleh pengguna dan mampu merespon dengan bahasa layaknya manusia.

 

Teknologi NLP memungkinkan interaksi yang lebih natural, layaknya berbicara antara pengguna dengan LIA. Dengan demikian, pengguna LIA dapat lebih nyaman dan bebas bertanya seputar dunia hukum dibandingkan melalui website yang terkesan formal dan kaku.

 

Selain bisa menjawab pertanyaan Hukum Perkawinan, Perceraian, dan Waris, LIA bisa membantu masyarakat menjawab pertanyaan tentang Hukum Pidana! Lingkup Hukum Pidana yang dapat dijawab oleh LIA yaitu Pidana Umum (Kejahatan, Pelanggaran, Tindak Pidana Ringan) serta Pidana Khusus meliputi Narkotika, Korupsi, Pornografi, Tindak Pidana Siber, Perlindungan Anak, Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Penerbangan.

 

Nathalina Naibaho pengajar hukum pidana dan HAM Fakultas Hukum Universitas Indonesia mengapresiasi kemampuan LIA dalam menjawab topik-topik hukum pidana. "LIA sangat responsif dalam menjawab masalah-masalah hukum pidana dan sangat membantu untuk mereka yang perlu informasi hukum dan mendapat jawaban cepat," kata Nathalina.

 

Yuk ngobrol dengan LIA sekarang, ‘Like’ facebook fanpage Hukumonline.com dan Klinik Hukumonline atau langsung kunjungi lia.hukumonline.com. Selamat mencoba!!

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua