Rabu, 13 February 2019

Komitmen Kedua Capres Diragukan dalam Penegakan Hukum Lingkungan

Penegakan hukum di sektor lingkungan hidup tergolong buruk.
Ady Thea DA
Kedua pasangan capres dan cawapres dalam Pilpres 2019. Foto: RES

Sebagai salah satu ajang kampanye, debat calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) kedua bakal digelar pada 17 Februari 2019 yang diikuti pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi). Tema debat kedua yang diusung soal Energi, Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup.

 

Dalam visi dan misi pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf mengusung tema mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan. Tema besar itu memuat 3 program, salah satunya penegakan hukum dan rehabilitasi lingkungan hidup. Sementara pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi, dalam visi dan misi yang dilayangkan ke KPU berjanji akan memberikan hukuman berat bagi perusahaan yang terlibat pembalakan liar; kebakaran hutan; dan pembunuhan hewan langka yang dilindungi.

 

Selain itu, pasangan ini punya misi berupaya mencegah dan menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan; pembakaran hutan serta melindungi keanekaragaman hayati, flora dan fauna. Pasangan nomor urut 02 ini juga mendorong usaha pertambangan yang ramah lingkungan dan menertibkan pertambangan liar.

 

Koordinator Jatam, Merah Johansyah meragukan komitmen kedua kandidat dalam isu lingkungan hidup. Merah melihat setiap pasangan calon mendapat dukungan yang besar dari pengusaha pertambangan. Jatam yakin kegiatan industri pertambangan berdampak negatif terhadap lingkungan hidup. Dalam visi dan misi kedua kandidat Merah tidak melihat isu krusial yang dihadapi masyarakat terkait lingkungan hidup, semisal pencemaran limbah perusahaan tambang dan kriminalisasi pejuang lingkungan.

 

“Debat capres-cawapres tidak relevan jika membicarakan perlindungan lingkungan hidup karena mereka tersandera kepentingan pengusaha tambang,” kata Merah dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (11/2/2019). Baca Juga: Debat Capres II Diminta ‘Bongkar’ Problem Isu Lingkungan dan SDA

 

Merah mencatat isu penegakan hukum, khususnya penambangan liar yang diusung kedua pasangan calon sama seperti visi dan misi sebelumnya dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Selain penambangan liar, penambangan legal yang dilakukan industri, menurut Merah juga berkontribusi dalam perusakan alam dan lingkungan.

 

Kedua kandidat, menurut Merah masih menggantungkan kemajuan perekonomian nasional pada sektor tambang. Padahal, nilai tambahnya berumur pendek dan tidak dapat diperbarui. Perekonomian nasional belum mendorong ekonomi selain tambang yang sifatnya lebih berkeadilan dan berdaya pulih seperti petani kopi di Dairi yang melawan timah hitam. Kemudian pertanian di Samarinda yang melawan tambang batu bara dan perikanan warga Takalar, Sulawesi Selatan yang melawan tambang pasir laut.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua