Kamis, 21 Pebruari 2019

UNPAR Fasilitasi Seluruh Mahasiswa, Dosen dan Pegawai Akses Pusat Data Hukumonline

Siapapun yang masuk ke UNPAR, tidak ada lagi pembatas atas akses pembelajaran digital ini, seperti sumber referensi hukum. Semua punya kesempatan yang sama dengan adanya unlimited akses bagi semua dosen, mahasiswa dan pegawai.
Hamalatul Qur'ani
News & Content Director Hukumonline Amrie Hakim dan Wakil Rektor Bagian IV UNPAR Budi Husodo Bisowarno. Foto: HMQ

Memasuki era digital revolusi industri 4.0, Rektorat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung melakukan kerjasama dengan hukumonline.com. Bentuk kerjasama ini berupa penyediaan akses penelusuran dokumentasi hukum (Pusat data) untuk seluruh mahasiswa, dosen maupun pegawai di seluruh fakultas.

 

Tak dapat ditampik, kini akses mudah akan dokumen hukum secara digital sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan penelitian para civitas akademika kampus termasuk untuk mengetahui perkembangan regulasi terkini agar lebih ‘melek hukum’.

 

Wakil Rektor Bagian IV UNPAR Budi Husodo Bisowarno menyadari betul efek strategis dari suatu peralihan pembelajaran dari metode ‘konvensional’ menjadi ‘digital’. Bukan sekedar soal ketersediaan konten yang sangat kaya, katanya, namun pembelajaran digital juga dapat merubah banyak hal seperti pola pikir serta cara belajar yang efisien dan serba cepat dalam menangkap informasi.

 

“Kita ingin ada pembaharuan pembelajaran. Ilmu akan semakin terbuka yang sifatnya dapat kita akses secara unlimited, tanpa adanya batasan dan tersedia untuk semua dosen, mahasiswa dan para pegawai,” ungkap Budi dalam sambutannya saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) layanan hukumonline university solution, Rabu (20/2).

 

Efek lainnya, lanjut Budi, peralihan menuju era digital akan berkorelasi positif dengan terjadinya deflasi, bukan inflasi. Biaya transport misalnya, kata Budi, bisa turun akibat adanya perubahan radikal dalam transportasi online. Hal yang sama, disebut Budi bisa saja terjadi pada bidang pendidikan. “Akan ada deflasi biaya pendidikan untuk pembelajaran online ini. Mengapa bisa begitu? Karena akan sangat mudah memperoleh ilmu pengetahuan,” tukas Budi.

 

Sebetulnya, kerjasama ini merupakan kerjasama lanjutan hukumonline dengan UNPAR. Bedanya, jika sebelumnya kerjasama dilakukan hanya dengan fakultas hukum, kali ini disambung oleh pihak rektorat universitas untuk seluruh fakultas. Jadi, kata Budi, kedepan seluruh civitas akademika UNPAR lintas disiplin ilmu tak lagi memiliki batasan untuk mengakses dokumen hukum. Batasan finansial mahasiswa akan akses ini juga akan terhapus.

 

“Jadi siapapun yang masuk ke UNPAR, tidak ada lagi pembatas atas akses pembelajaran digital ini, seperti sumber referensi hukum. Semua punya kesempatan yang sama untuk maju bersama karena adanya unlimited akses bagi semua dosen, mahasiswa dan pegawai,” katanya.

 

(Baca: Ingin ‘Membumikan’ Hukum Internasional, Kementerian Luar Negeri Kunjungi Hukumonline)

 

News & Content Director Hukumonline Amrie Hakim, menyambut baik kerjasama pihak rektorat UNPAR dengan pusat data hukumonline. Penggunaan akses pusat data ini, disebutnya akan dapat mempermudah civitas akademika melakukan riset dan penelitian hukum. Pasalnya, dalam riset mahasiswa maupun dosen seringkali terhambat oleh ‘lamanya’ proses untuk memastikan masih atau sudah tidak berlakunya suatu aturan perundang-undangan.

 

“Di situ kita masih harus riset lagi, apakah suatu aturan sudah dicabut atau sudah ada putusan pengadilan? Atau bahkan ternyata sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan suatu pasal dari peraturan ini,” ujar Amrie.

 

Berangkat dari persoalan yang kerap dirasakan para civitas akademika itu, Amri menyebut hukumonline terus melakukan inovasi agar kedepan proses riset dan penelitian akan lebih mudah, produktif dan efisien dalam pengerjaannya. Pada kolom search beta, kata Amrie, ketika keyword dimasukkan, maka akan langsung terbuka aturan-aturan apa saja yang mengatur soal itu, lengkap dengan status masih berlaku atau sudah dicabutnya aturan yang dimaksud.

 

“Dan bisa dilakukan dengan mudah melalui handphone atau laptop,” tukasnya.

 

Ke depan, Amrie juga berharap agar civitas akademika UNPAR dapat memanfaatkan fasilitas kolom untuk menulis artikel serta memperkenalkan gagasan untuk diterbitkan oleh hukumonline. Selain itu, media partner juga dapat dimanfaatkan sebagai bentuk kerjasama yang baik antara kedua belah pihak untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hukum.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua