Sabtu, 23 February 2019

101 Tantangan Peradilan di Mata President Hoge Raad Belanda

Mewujudkan peradilan yang baik harus dimulai dari membangun Mahkamah Agung yang baik. Terutama dalam kualitas putusan yang konsisten.
Normand Edwin Elnizar
President Hoge Raad M.W.C. (Maarten) Feteris. Ilustrasi: HGW

Ada sejarah yang panjang di masa lalu antara Hoge Raad (Mahkamah Agung) Kerajaan Belanda dengan lembaga kekuasaan kehakiman di Indonesia. Meskipun sejarah ini awalnya dalam hubungan kolonialisme Belanda beserta konkordansi hukum di wilayah koloninya, situasi telah berubah dan kedua negara kini bersahabat sebagai sesama negara berdaulat.

 

Sejak beberapa tahun silam bahkan Mahkamah Agung Republik Indonesia telah menjalin kerja sama khusus dengan Hoge Raad der Nederlanden untuk pengembangan sistem negara hukum di negara masing-masing melalui judicial support program. Kerja sama yang telah dijalin resmi pada periode 2013-2018 telah diperpanjang pada Desember 2018 lalu untuk periode 2018-2023.

 

Bentuk kerja sama meliputi bantuan teknis antara hakim, panitera, dan staf pengadilan, serangkaian diskusi serta pertukaran pengetahuan, bahan-bahan, juga sumber referensi hukum. Intinya, kedua lembaga sepakat melaksanakan program-program kerja sama teknis dalam rangka pengembangan lembaga peradilan, prosedur, dan pemahaman satu sama lain tentang perkembangan isu hukum terkini yang saling menguntungkan.  

 

Pada akhir 2018 lalu, Hukumonline mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai langsung Ketua Mahkamah Agung Muhammad Hatta Ali dan President Hoge Raad M.W.C. (Maarten) Feteris.  Selain menjabat hakim agung, Feteris adalah ahli hukum pajak dengan posisi Guru Besar di Erasmus School of Law, Erasmus University Rotterdam. Berdasarkan catatan dirinya pada laman akademik Erasmus School of Law, Feteris cukup produktif menulis sepanjang karirnya dengan berbagai karya monograf, buku, hingga ratusan  anotasi putusan.

 

Hakim Agung dan Guru Besar yang mahir memainkan piano ini mengatakan pada hukumonline bahwa neneknya menghabiskan masa muda di Indonesia dan amat menyukai masakan Indonesia. “Itu memberi kesan yang menyenangkan bagi saya tentang Indonesia,” katanya dengan senyum ramah.

 

Menyambut kembali kedatangan Feteris yang akan membuka diskusi hukum pekan depan dengan resital piano olehnya di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, berikut petikan dialog hukumonline bersamanya di ruang kerja Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jumat pagi di penghujung 2018.

 

Bagaimana perkembangan kerjasama judicial support program sejak tahun 2013 antara Hoge Raad dengan Mahkamah Agung Indonesia?

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua