Rabu, 27 February 2019

Our Ocean Conference 2018: Sebuah Langkah Maju Oleh: Prof. Melda Kamil Ariadno

​​​​​​​Setiap orang di dunia harus sadar bahwa laut merupakan warisan milik kita bersama.
NAN

Indonesia dengan berani mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Our Ocean Conference 2018 di Bali pada tanggal 29-30 November 2018, Konferensi tahunan tersebut menjadi ajang paling bergengsi bagi masyarakat internasional dalam berbicara, berdiskusi dan menjaga komitmen untuk menjadikan samudera yang sehat sebagai tujuan strategis dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomer 14 (Sustainable Development Goals No. 14), yaitu Life Below Water.

 

Di dalam Konfrensi tersebut berbagai macam topik disajikan mulai dari sumber daya hayati kelautan, perlindungan lingkungan laut hingga topik mengenai global leadership dalam bidang kelautan. Banyak sekali perhatian strategis dan komitmen telah dieksplorasi, dijabarkan, dan digalakkan.

 

Di antara topik-topik tersebut benar-benar menyentuh inti kepentingan kelautan nasional Indonesia sehingga perlu mendapat perhatian dan dedikasi serius untuk dapat dijabarkan dan dicari berbagai pemecahan terkait hal  tersebut. Beberapa masalah strategis tersebut antara lain ialah:

 


  1. Manajemen Risiko Bencana Kelautan

Terdapat beberapa negara di dunia yang memiliki risiko ancaman bencana alam kelautan, salah satunya yaitu Indonesia. Masyarakat perlu mewaspadai bencana gempa bumi laut dan tsunami yang tidak dapat diprediksi, serta naiknya permukaan air laut akibat pengaruh badai atau pasang.

 

Meskipun teknologi untuk mencegah dampak bencana  kelautan telah dikembangkan,  namun pengaplikasiannya masih belum dapat menjadi alat pencegahan mutlak dari penyebab bencana dan timbulnya korban. Oleh karena itu kita perlu mempersiapkan masyarakat untuk dapat beradaptasi terhadap peluang ancaman bencana laut yang akan datang ke kehidupan sehari-hari mereka dengan tidak terduga.

 

Guna meminimalisir dampak korban jiwa dan kerusakan dibutuhkan perpaduan antara pengembangan penggunaan teknologi tinggi sebagai sistem peringatan dini yang efektif, serta pelatihan dan advokasi masyarakat mengenai tanggap darurat bencana aspek kelautan.

 


  1. Kawasan Konservasi Laut/Maritim

Pelestarian keanekaragaman hayati kelautan membutuhkan campur tangan manusia untuk dapat menjaga dan melindunginya agar tidak rusak dan terancam punah. Keserakahan manusia akan sumber biota laut hanyalah salah satu alasan utama penyebab kerusakan sementara rasa tanggung jawab manusia dalam menjaga lingkungan kelautan semakin  memudar dari waktu ke waktu.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua