Jumat, 01 Maret 2019

Jaksa Putar Rekaman dalam Sidang Lucas, Terungkap Skenario Hindari KPK

Dalam rekaman tersebut, suara diduga Eddy Sindoro ini disebut ingin menghadapi proses hukum di Indonesia. Tetapi suara diduga Lucas menyebutkan ada konsekuensi yang timbul jika Eddy kembali ke Indonesia. Itu sebabnya ada usul melepaskan status sebagai WNI.

Suara diduga Eddy terlihat enggan melepaskan kewarganegaraan Indonesia karena ada risiko cukup besar. Salah satunya kesulitan  bertemu anggota keluarganya di sini.

"Kalau saya secara practical (suara tidak jelas) nya, keluarga saya. Untuk ketemu tu susah banget gitu. Mesti, mesti di luar negeri gitu ya. Mesti nggak.. .nggak selamanya. Padahal kalau saya hadepin, ya siapa tahu saya masih bisa menang. Kalaupun saya kalah, paling paling ya udahlah worst case (dampak paling buruk –red) saya kena tiga atau lima tahun. Ya udah lima tahun saya (suara tidak jelas). Saya lima tahun saya selesai, sudah. Saya hidup normal lagi," kata suara diduga Eddy Sindoro.

(Baca juga: Rekaman Mirip Suara Barack Obama di Pengadilan Tipikor).

Dalam percakapan itu suara diduga Lucas mengatakan jika Eddy Sindoro pulang akan ada dampak negatif yang cukup besar, di antaranya mempengaruhi reputasi dari James Riady yang diketahui sebagai Bos Lippo Group.

Berikut percakapannya

Male: Kalau saya pulang aja dihadepin?

3644: Ee ... Saya tidak bisa jawab Pak Eddy. Damage (bahaya—red)-nya besar sekali Pak Eddy.

3644: Damage-nya besar sekali. Kalau you pulang bisa aja. Kita hadapi kan belum tentu salah juga, kan? Tapi damage-nya besar. Akan ribut. Dan pasti James Riady ikut terbawa-bawa terus. Jadi rame, tambah rame. Ngerti Pak Eddy? Woh. 

*3644: Suara diduga Lucas

 Male : Suara diduga Eddy Sindoro

Mengenai skenario lain, praperadilan, orang diduga Eddy Sindoro menanyakan peluang keluar dari jeratan KPK dengan mengajukan permohonan tersebut. Menariknya, ada penyebutan hakim dalam percakapan

Percakapan suara diduga Lucas dan Eddy Sindoro

3644 : Oh bukan mereka yang menentukan. Mereka sih ..mereka tidak mengatakan ya dan tidak, tapi kan dari pihak hakim ndak ada yang berani Pak itu. 

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua