Jumat, 01 March 2019

Jaksa Putar Rekaman dalam Sidang Lucas, Terungkap Skenario Hindari KPK

Male: Iya, maksudnya seandainya, kan mereka enggak tahu pihak hakim mau atau enggak mau. Kan waktu itu you bilang ya kan, de.. Minta keberpihakan komitmen dari mereka untuk mendukung kan?

3644: Ya mereka sih e.. Tidak mengatakan tidak mendukung ya. Dia mendukung aja gitu. Tapi ini kan ada level jaksa, Pak Edi. Pak Edi. Peperangan kita itu di level jaksa. Pak, soal ini, soal prapid. 

Male: Iya, jadi tadi sarannya. Sarannya prof, tadi itu dak (suara enggak jelas) Indonesia. Udah selesai gitu . Gitu ya?

3644: iya lepas sementara, berarti you. You mau ke dunia manapun you tidak ada hambatan kan. 

Male: Iya, dah selesai. Berarti itu titik udah selesai itu. Dari situ udah selesai. 

3644: iya sudah selesai, nanti kan after twelve years kan gugur ini barang pak. 

Male: Okay, nunggu 12 tahun itu jadi. 

3644: Ha. Tapi ya selama 12 tahun you mau kemana aja kan bisa aja. 

Male: Okay. Jadi ini skenario yang si brother waktu itu ngomong sama ini ya?

*3644  : diduga Lucas 

* Male : diduga Eddy Sindoro

Sebelum memutar percakapan, majelis hakim menanyakan siapa subjek suara rekaman yang akan diputar penuntut umum. "Kami yakini suara di rekaman ini adalah suara terdakwa Lucas," ujar jaksa KPK Abdul Basir.

Di depan persidangan, Lucas mengaku tidak mengetahui siapa pemilik suara dari rekaman percakapan tersebut. "Saya tidak tahu itu percakapan siapa dengan siapa," tutur Lucas.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua