Kamis, 14 Maret 2019

Kiat Menjadi Sehat dan Cerdas di Era Digital

Untuk urusan kesehatan jangan gegabah dalam mengambil keputusan di zaman yang serba digital ini. Cerdas mengambil langkah terbaik adalah salah satu kunci untuk menjadi lebih sehat.
Tim Inforial
dr. Purnamawati, SpA(K), M.MPAED saat memberikan materi dalam seminar bertajuk Sehat & Cerdas di Era Digital: Katakan Tidak Pada Sakit yang diselenggarakan oleh Yayasan Orang Tua Peduli di Jakarta, Minggu (10/03). Foto: Istimewa

Di era digital, di mana semua serba canggih dengan kemajuan teknologi yang dirasakan setiap orang zaman sekarang ini, sering kali dijadikan ‘kiblat’ dalam mengatasi segala masalah yang sedang dialami. Termasuk masalah kesehatan pun terkadang pencarian solusinya dengan hanya mengandalkan teknologi. Tanpa disadari hal ini menimbulkan risiko besar dengan mempertaruhkan kesehatan seseorang, karena belum tentu solusi yang bersumber dari mesin pencarian tersebut benar adanya.

 

Berangkat dari kenyataan tersebut, Yayasan Orangtua Peduli (YOP) yang merupakan suatu lembaga beranggotakan sekelompok orang tua dan tenaga kesehatan, yang peduli akan kondisi kesehatan maupun lingkungan di masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan edukasi berupa seminar serial, yang disebut Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orang Tua (PESAT).

 

PESAT sendiri telah dilaksanakan di Jakarta maupun di beberapa kota lain, seperti Aceh, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Kediri, Batam, Makassar, dan Sorowako. “Ya, YOP sudah ada sejak tahun 2003, dan saya mulai aktif terlibat pada kegiatan edukasi seperti ini sekitar tahun 2011,” ujar Dita salah satu panitia PESAT 2019.

 

Tahun 2019 ini seminar serial PESAT dilaksanakan di Jabodetabek, serial pertama yang dihadiri oleh sekitar 150 peserta tersebut membahas tentang upaya-upaya yang bisa dilakukan para orang tua dalam mencegah sakit pada buah hatinya dan jika sudah terlanjur sakit, upaya apa saja yang bisa dilakukan oleh para orang tua.

 

Dimulai dari pembahasan pemberian nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan anak, mempelajari kurva pertumbuhan, mengenali stunting, hingga kiat cerdas memberikan imunisasi lengkap dikupas tuntas oleh para ahlinya yaitu dr. Purnamawati, SpA(K), M.MPAED dan dr. Windhi Kresnawati, SpA sebagai nara sumber dalam seminar serial pertama PESAT di tahun 2019.

 

Kesimpulannya mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Upaya-upaya pencegahan ini sangat penting sekali untuk dipahami setiap orang tua di Indonesia karena untuk urusan kesehatan tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan di zaman yang serba digital ini, cerdas mengambil langkah terbaik adalah salah satu kunci untuk menjadi lebih sehat.

 

Mengapa cerdas di era digital ini sangatlah dibutuhkan bagi kesehatan?

Di samping paparan para ahli kesehatan, Justika.com sebuah platform jasa hukum dengan tagar #pahamilangkahterbaik mendukung upaya edukasi konsumen kesehatan yang dirintis YOP ini. Justika mengajak konsumen kesehatan untuk tidak hanya tahu apa hak sebagai konsumen kesehatan tapi juga paham kewajibannya sebagai konsumen kesehatan.

 

Apabila konsumen kesehatan melek kesehatan dan melek hukum maka hubungan pasien  dan dokter sebagai mitra sejajar dalam mewujudkan layanan yang mengutamakan keselamatan pasien akan tercapai.

 

Apabila dalam hubungan pasien dokter terjadi masalah, maka konsumen kesehatan paham upaya apa yang bisa ditempuh dalam menyelesaikan masalah antara pasien sebagai pengguna jasa dan layanan kesehatan sebagai penyedia jasa.

 

Jadi jangan jadikan era digital ini sebagai sarana dalam menyalurkan emosi di sosial media. Akan lebih baik apabila konsumen aktif dalam memberikan saran dan aktif mengedukasi dirinya terkait layanan kesehatan.

 

Apabila konsumen kesehatan ragu upaya apa saja yang bisa ditempuh, ada baiknya memanfaatkan platform seperti justika dan bertanya pada mitra advokat atau minta didampingi ketika berdiskusi dengan tenaga kesehatan  untuk menemukan solusi.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua