Rabu, 20 Maret 2019

Fauzie Yusuf Hasibuan: Era Digital Ubah Paradigma Pelayanan Advokat

Penguatan organisasi perlu dilakukan sekaligus pembelajaran bagi advokat.
Muhammad Yasin

Terpilih sebagai nahkoda Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) pada pertengahan Juni 2015, Fauzie Yusuf Hasibuan mengemban amanah yang tak mudah. Pria bergelar doktor ilmu hukum ini dihadapkan pada kondisi internal organisasi advokat, sekaligus pada realitas eksternal, yakni tuntutan globalisasi terhadap pelayanan jasa hukum oleh advokat.

 

Mau tidak mau, pria kelahiran Medan, 3 Mei 1954 ini  harus menghadapi tantangan internal dan eksternal itu sekaligus. Bersama pengurus DPN Peradi lainnya, Fauzie melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kualitas advokat. Membuka pintu kerja sama dengan dunia luar salah satunya.

 

Perkembangan teknologi, dikenal sebagai era digital, suka atau tidak, ikut mempengaruhi pelayanan advokat dan firma hukum kepada klien. Walhasil, di era disrupsi informasi ini pula para advokat harus mengubah paradigma pelayanan mereka. Sarana dan prasarana teknoogi perlu dimanfaatkan.

 

Dampak perkembangan teknologi itu hanya salah satu bagian kecil dari perbincangan Ketua Umum DPN Peradi 2015-2020 itu dengan Hukumonline. Sambil minum kopi di salah satu sudut kota Jakarta, Fauzie menyampaikan penjelasan dan pandangan-pandangannya. Sebagian penjelasan sudah ia tuangkan secara tertulis, dan sebagian lagi disampaikan dalam wawancara. Berikut petikannya:

 

Perkembangan teknologi begitu cepat dan mempengaruhi profesi advokat. Apa yang dilakukan Peradi untuk meningkatkan kemampuan anggotanya?

DPN Peradi periode 2015-2020 berusaha memastikan agar visi dan misi yang diamanatkan kepada pengurus dapat dicapai. Action plan-nya disusun dalam rencana strategis dan dituangkan dalam program kerja Peradi. Penilaiannya diukur dari tahun ke tahun, dan pada Rapat Kerja Peradi IV di Medan Desember lalu, hasilnya 90 persen memperoleh capaian sangat baik. Eksistensi Peradi sebagai organ negara bergulir dengan cepat pada tahapan kepercayaan di masyarakat, seperti melakukan kegiatan pendidikan dan menggelar pertemuan-pertemuan ilmiah sebagai transformasi ilmu. Ada juga kerjasama dengan instansi pemerintah, sipil maupun militer, baik dengan instansi pusat maupun daerah. Peradi juga mengembangkan bantuan hukum kepada masyarakat tidak mampu; memberikan pendapat kepada instansi pemerintah dalam program legislasi. Inilah yang kami sebut sebagai proses pencapaian penguatan organisasi yang di dalamnya ada pembelajaran kepada advokat, yakni upaya meningkatkan kualitas sumber daya advokat.

 

Kemajuan teknologi dan kebutuhan global, mendorong firma hukum Indonesia bekerjasama atau berafiliasi dengan lawfirm asing. Apakah ini sesuatu yang mengkhawatirkan bagi Peradi?

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua