Jumat, 22 Maret 2019

Buku, Borgol dan Pemeriksaan Perdana Romahurmuziy

Buku yang dibawa Romy terus dipegangnya sehingga menutupi tangan yang tengah diborgol.
Resa Esnir

Usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK sepekan lalu, Romahurmuziy akhirnya diperiksa secara perdana oleh lembaga antirasuah tersebut.Sebelumnya, agenda pemeriksaan perdana sempat batal lantaran mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu sakit.

Romy, sapaan akrab Romahurmuziy, tiba di gedung Merah Putih sekitar pukul 09.40 WIB. Dengan mengenakan rompi oranye plus borgol ia tiba dengan menumpangi mobil tahanan KPK.

Saat turun dari mobil tahanan, tampak senyum menggelayut di wajah Romy. Dengan membawa buku berjudul “Sejarah Kenabian” karya Aksin Wijaya, Romy berjalan menyusuri selasar gedung KPK menuju tempat pemeriksaan.

Buku yang dibawa Romy terus dipegangnya sehingga menutupi tangan yang tengah diborgol. Romy mengatakan, buku tersebut sengaja dibawa sebagai bahan bacaan saat menunggu pemeriksaan.

"Karena biasanya (pemeriksaan, red) nunggunya lama. Jadi, memang saya mesti membunuh waktu dengan membaca buku," ujar Romy sesaat sebelum masuk ke gedung KPK, Jumat (22/3).

Ia mengaku siap menjalani pemeriksaan pada hari ini. Romy mengatakan, sebelumnya dirinya mengalami gangguan tidur sehingga tak bisa menjalani pemeriksaan yang telah diagendakan.

Romy mengaku akan kooperatif kepada penyidik dan memberikan seluruh keterangan yang diketahuinya. “Saya akan sangat kooperatif dan menjelaskan semua persoalan ini kepada KPK. Agar mereka mendapat perspektif yang terang dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Romy diperiksa sebagai status tersangka terkait kasus pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Dalam perkara ini, selain Romy, KPK telah menetapkan dua tersangka lainnya yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

KPK menduga Romy menerima suap sebesar Rp300 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan tinggi di Kemenag.

Atas perbuatannya Romy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Sedangkan, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua