Selasa, 26 Maret 2019

Aswanto Kembali Jabat Wakil Ketua MK

Setelah melewati dua putaran pemungutan suara yang bersaing dengan Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna dengan hasil imbang. Namun, Palguna akhirnya mengundurkan diri dari pencalonan.
Aida Mardatillah
Hakim Konstitusi Aswanto (kiri) dan I Dewa Gede Palguna (kanan) usai pemilihan wakil ketua MK. Foto: AID

Setelah mengalami penundaan (skors), proses pemilihan wakil ketua Mahkamah Konstitusi (MK) kembali digelar. Setelah melalui proses musyawarah yang tidak menemui kata sepakat, akhirnya proses pemilihan wakil ketua MK dilakukan dengan pemungutan suara (voting) secara terbuka. Hasilnya, Hakim Konstitusi Aswanto kembali terpilih menjadi wakil ketua MK untuk periode 2019-2021 (2,5 tahun). Dengan begitu, Aswanto hanya melanjutkan jabatannya sebagai wakil ketua MK untuk 2,5 tahun ke depan.

 

Sebelumnya, dalam rapat permusyawaratan hakim ditentukan Hakim Konstitusi Aswanto dan I Dewa Gede Palguna yang menjadi calon wakil ketua MK untuk dilaksanakan pemungutan suara. Proses voting ini berlangsung dua putaran. Dalam putaran pertama, Aswanto mendapat 4 suara dan I Dewa Gede Palguna mendapat 4 suara, dan 1 suara abstain.

 

Demikian pula, dalam putaran kedua dimana keduanya masing-masing mendapat 4 suara. Hanya saja, 1 suara dianggap tidak sah. Namun setelah berlangsung dua putaran yang tidak bisa menentukan wakil ketua MK terpilih, akhirnya Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna mendengarkan kata hatinya mengundurkan diri dari pencalonan sebagai wakil ketua MK.

 

“Saya berpikir karena dua kali memperoleh hasil yang sama, mengingat waktu dan banyak pekerjaan, maka saya menarik diri dari pencalonan,” kata Palguna di ruang sidang MK, Senin (25/3/2019) malam. (Baca Juga: Alasan MK Tunda Pemilihan Wakil Ketua)

 

Palguna menyampaikan terima kasih, dalam musyawarah dirinya dipercaya menjadi calon wakil ketua MK, meski tidak pernah terbersit untuk mencalonkan sebagai wakil ketua MK. Tetapi, karena hasil musyawarah memberi amanah, maka ia berusaha jalankan. Terlepas dari 1 suara abstain atau tidak sah, baik dirinya maupun Aswanto itu sama saja.

 

“Saya hanya mengikuti kata hari semata, dalam hal pengunduran diri ini. Mudah-mudahan ini jalan terbaik, siapapun yang terpilih yang terpenting kebersamaan. Saya berharap kepada Pak Aswanto menjadi wakil MK membawa MK menjadi lebih baik MK,” kata dia.

 

Wakil Ketua MK terpilih, Aswanto mengakui sebenarnya Pak Palguna yang menang. “Insya Allah di sisa waktu masa jabatan Pak Palguna 10 bulan lagi menjadi hakim MK, saya akan banyak belajar kepada beliau dan tidak akan mengecewakan beliau. Saya akan terus belajar menjadi negarawanan seperti Pak Palguna,” ucapnya.

 

Ditanya targetnya ke depan, Aswanto fokus mengoptimalkan tugas utama MK sebagaimana diamanatkan Pasal 24C UUD Tahun 1945 dan tugas tambahan menyelesaikan perselisihan pemilihan kepala daerah (pilkada). “Kita tetap lebih fokus pada tugas utama,” katanya.

 

Menanggapi pengunduran diri Palguna sebagai calon wakil ketua MK, Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengatakan di MK jabatan bukanlah yang utama. Hal ini dapat dilihat dari sikap Palguna yang mementingkan tugasnya ketimbang jabatannya. “Sikap I Dewa Gede Palguna menunjukkan kepada khalayak, bagaimana sebetulnya hakim yang dipilih di MK dan merupakan negarawan. Saya terharu atas jiwa kenegarawanannya,” ujarnya.

 

“Saya menghormati keputusan beliau (Palguna), saya rasa tanpa beliau menjadi wakil ketua MK, dedikasinya pun sudah luar biasa sebagai hakim MK,” tutur Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih.

 

Hakim Konstitusi Manahan MP Sitompul mengucapkan rasa hormat setinggi-tingginya dengan sikap kenegarawanan dan dedikasi Palguna selama ini demi kejayaan MK.

 

Hakim Konstitusi Suhartoyo membuat suasana cair dalam suasana yang cukup haru saat pemilihan ini. “Itu jiwa besar Pak Palguna, tadinya saya berpikir mau membagi masa jabatan wakil ketua MK menjadi masing-masing 2,5 tahun,” candanya.

 

Hakim Konstitusi Wahiddudin Adam merasa sejak di MK, baru kali ini ada calon pemilihan pimpinan MK ada kebesaran hati untuk mengundurkan diri. “Saya mengucapkan dengan tulus dan kesan yang mendalam serta penghargaan atas keteladanan dan contoh bagi kita semua,” kata Wahiddudin.

 

Untuk diketahui, pemilihan wakil ketua MK ini digelar karena masa jabatan Wakil Ketua MK Aswanto sebagai hakim konstitusi periode pertama (21 Maret 2014-21 Maret 2019) telah selesai dan berlanjut ke periode kedua (21 Maret 2019-21 Maret 2024). Pemilihan wakil ketua MK ini diikuti oleh seluruh hakim konstitusi dan delapan diantaranya berhak untuk dipilih menjadi wakil ketua mendampingi Ketua MK Anwar Usman. Baca Juga: Harapan dan Tantangan Nahkoda Baru MK

 

Hakim Konstitusi Aswanto dilahirkan di Palopo pada 17 Juli 1964. Aswanto menjabat hakim konstitusi periode pertama (21 Maret 2014 s.d. 21 Maret 2019) sekaligus menjabat sebagai wakil ketua mendampingi Anwar Usman sebagai ketua MK. Kini, Aswanto kembali terpilih sebagai hakim konstitusi, berlanjut ke periode kedua pada 21 Maret 2019 s.d. 21 Maret 2024. Menyelesaikan pendidikan S-2 ilmu hukum di almamaternya, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 1992 dan program doktor ilmu hukum pada Universitas Airlangga Surabaya pada 1999. Aswanto juga tercatat sebagai pengajar pada Fakultas Hukum Unhas sejak November 1988.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua