Kamis, 28 March 2019

Mengintip Peran Business Development di Kantor Hukum

​​​​​​​Asisten khusus para partner. Mulai dari mengurus dokumen, menyajikan informasi, melakukan analisis peluang, hingga menyusun strategi.
Normand Edwin Elnizar

Istilah business development mungkin masih membingungkan bagi kalangan pengelola bisnis jasa hukum. Dilansir dari sebuah artikel di Forbes, memang ada banyak penjelasan tentang business development. Intinya, unit ini bekerja untuk mendorong pengembangan bisnis lebih baik lagi dengan mengeksplorasi konsumen, pasar, dan kerja sama ke berbagai pihak. Peran yang di kalangan law firm banyak dilakukan oleh kalangan partner. Lantas apa yang istimewa?

 

Abadi Abi Tisnadisastra, partner dari AKSET yang didirikan tahun 2010, menjelaskan kepada hukumonline.com bahwa kehadiran unit business development pada dasarnya memang menunjang peran partner dalam hal mengembangkan bisnis law firm. “Law firm is a business, maka seperti bisnis lainnya harus punya perencanaan. Peran partner tidak hanya menghasilkan produk, tapi juga bagaimana menjualnya,” kata pria yang akrab disapa Abi.

 

Sudah menjadi kelaziman dalam corporate law firm bahwa salah satu pembeda peran partner dan associate adalah tanggung jawab untuk mengembangkan bisnis. Menambah jumlah klien, memperluas akses jaringan law firm, dan mengelola manajemen law firm adalah peran tambahan yang menjadi beban level partner.

 

Menurut Abi, beban para partner tidak hanya bekerja memberikan layanan jasa hukum namun juga menjamin keberlangsungan kantor hukum mereka. Di tengah dinamika perkembangan bisnis, ia berpendapat bahwa peran ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan tenaga para partner saja. Berbagai law firm besar di tingkat internasional dinilainya berhasil tumbuh berkembang karena memanfaatkan tim  khusus business development.

 

Abi mengakui bahwa besar atau kecil ukuran kantor hukum menjadi pertimbangan soal keberadaan unit strategis ini. Partner di corporate law firm dengan jumlah satu hingga tiga orang personel tentu masih leluasa mengelola sendiri strategi bisnisnya. Berbeda dengan kantor hukum dengan banyak personel yang menangani perkara lebih banyak dan tentunya biaya operasional lebih besar.

 

“Pada waktu ukurannya sudah tidak lagi kecil, saya rasa investasi untuk memiliki tim business development patut dipertimbangkan,” ujarnya. Kehadiran unit business development meringankan pekerjaan partner untuk berbagai urusan selain produk jasa hukum yang disediakannya.

 

Baca:

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua