Sabtu, 13 April 2019

​​​​​​​Ingin Tahu Strategi Menghadapi Gugatan Konsumen serta Perkembangannya? Cari Jawabannya di Sini!

​​​​​​​Workshop ini membahas strategi menghadapi gugatan konsumen dan perkembangan perlindungan konsumen.
Tim Hukumonline

Upaya perlindungan konsumen pada hakikatnya mengandung kebaikan bagi kedua belah pihak, baik bagi pelaku usaha maupun konsumen. Namun, dalam kenyataannya, tak jarang terdapat sejumlah oknum konsumen yang mengajukan gugatan atau klaim kepada pelaku usaha sebagai upaya untuk mencari keuntungan semata dari pelaku usaha, bukan karena haknya terlanggar.

 

Untuk menghadapi tipe konsumen seperti tersebut, tentu pelaku usaha harus ekstra hati-hati dan cermat dalam mengambil langkah serta menghadapi gugatan atau klaim tersebut. Sering kali, pelaku usaha mengambil langkah untuk memenuhi saja tuntutan ganti rugi dari oknum konsumen tersebut demi mencegah meluasnya kabar bahwa kegiatan usaha dari pelaku usaha tersebut telah menyebabkan kerugian kepada konsumennya.

 

Persoalan hukum di sector perlindungan konsumen ini akan dibahas Hukumonline melalui Workshop yang berlangsung pada tanggal 29 April mendatang. Workshop bertema “Strategi Menghadapi Gugatan Konsumen serta Perkembangannya di Era Digital dan Dinamika Perlindungan Konsumen” itu akan diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Tugu Tani Jakarta.

 

Kegiatan ini terbuka pendaftaran untuk siapapun yang berminat, terutama bagi pelaku usaha, in house counsel dan atau praktisi hukum yang ingin mendalami terkait gugatan konsumen maupun perlindungan konsumen. Jika Anda tertarik, silakan klik di sini.

 

 

Seperti diketahui, saat ini ekonomi digital sangat berkembang dengan pesat. Tentu saja gugatan maupun klaim dari konsumen lebih beragam dan komplikasi. Pelaku usaha perlu strategi dan cara-cara menghadapi permasalahan seperti ini.

 

Tentunya tidak dapat dipungkiri bahwa dengan membiarkan saja gugatan tersebut masuk ke ranah pengadilan dapat menimbulkan dampak buruk terhadap citra dari pelaku usaha. Namun, jika pelaku usaha dengan mudahnya mengikuti gugatan atau klaim dari konsumen tentunya dapat menjadi pihak yang dirugikan oleh perilaku oknum konsumen tersebut.

 

Perlu dipahami bahwa terdapat setidaknya 3 pemangku kepentingan yang utama, yaitu Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pelaku usaha sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam perlindungan konsumen tentunya memegang peranan yang sangat vital karena tanpa adanya kepatuhan dari pelaku usaha tentunya segala perencanaan untuk meningkatkan perlindungan konsumen akan menjadi sia-sia.

 

Guna meningkatkan kepatuhan dari para pelaku usaha tersebut tentunya ruang dialog antara Pemerintah dan juga pelaku usaha harus semakin diperbanyak. ruang dialog ini bermanfaat untuk menjadi wadah bagi Pemerintah dan pelaku usaha untuk bersama menyepakati seperangkat common values yang nantinya dapat menjadi landasan pijak bersama, sehingga perlindungan konsumen dianggap juga sebagai upaya untuk meningkatkan nilai dari kegiatan usaha yang dilakukan oleh para pelaku usaha tersebut dalam menghadapi perkembangan, permasalahan serta dinamika perlindungan konsumen pada praktik maupun regulasinya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua