Selasa, 16 April 2019

Mengintip Formasi dan Strategi Peradi FC di Asia Lawyers Cup 2019

Formasi fleksibel menjadi andalan, tergantung lawan. Bisa 4-4-2, 4-2-3-1 atau 4-3-3.
RED/FAT
Squad Peradi FC sebelum berangkat ke Bangkok, Thailand, Selasa (16/4). Foto: RES

Perhimpunan Advokat Indonesia Football Club (Peradi FC) menurunkan dua tim dalam Asia Lawyers Cup 2019 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, 18-21 April 2019. Keikutsertaan Peradi FC dalam ajang ini merupakan kali ketiga. Pertama, pada saat Asia Lawyers Cup 2015 di Pattaya, Thailand dan kedua Asia Lawyers Cup 2017 di Hanoi, Vietnam 2017 silam.

 

Perwakilan Peradi FC Jamaslin James Purba mengatakan, total terdapat 38 pemain yang dibagi menjadi dua tim kategori dalam Asia Lawyers Cup 2019 kali ini. Sebanyak 18 pemain akan masuk dalam Kategori Master dan sebanyak 20 pemain masuk dalam tim di Kategori Classic.

 

“Kategori Classic biasanya (pemain) muda-muda dan kategori Master pemainnya di atas 35 tahun,” kata James kepada hukumonline.com, di Bangkok, Thailand, Selasa (16/4).

 

James membocorkan sedikit rahasia strategi yang akan diterapkan dua tim andalan Peradi FC. Menurutnya, keikutsertaan kedua tim ini sudah dipersiapkan sejak lama. Bahkan, hamper tiap minggu, kedua tim berlatih bersama untuk meramu formasi terbaik pada saat bertanding.

 

“Jadi strategi kita adalah tetap memaksimalkan kesempatan untuk meraih kemenangan. Nanti target kita tetap sama, minimal empat besar untuk Classic maupun untuk Master,” kata pria yang disapa JP ini.

 

Terkait formasi, James mengatakan tak kaku. Formasi pemain tergantung dari siapa lawannya. Standar formasi yang akan diterapkan adalah 4-4-2 atau empat pemain belakang, empat pemain tengah dan dua penyerang. Namun formasi tersebut bisa berubah jika terdapat kondisi tertentu yang mengharuskan perubahan formasi.

 

“Bisa berubah menjadi 4-2-3-1, jadi di depan bek itu nanti ada dua stopper, yang mengatur jalannya pertandingan dengan mengandalkan 1 striker di depan. Jadi jika terdapat kondisi tertentu, bisa juga formasi 4-3-3, di mana kita tiga orang sekaligus menyerang kalau kita lihat kondisi lawan kita tidak terlalu berbahaya. Full attack,” tegasnya.

 

Meski begitu, James sadar bahwa pemain dari negara-negara lain jangan dianggap remeh. Misalnya tim seperti dari Jepang yang merupakan juara bertahan Asia Lawyers Cup 2017 lalu, atau tim dari Thailand sebagai tuan rumah akan all out untuk ngotot dalam setiap pertandingan. Ia berharap, pemain dari Peradi FC baik dalam kategori Classic maupun Master, dapat bermain lepas sehingga bisa memaksimalkan pertandingan.

 

Baca:

 

Kapten tim pada kategori Master, Madden Leo Siagian menambahkan, skill saja tidak cukup khususnya bagi pemain muda Peradi FC. Ia berharap, para pemain bisa meningkatkan mental dan fisik pada saat bertanding. Selain itu, menjaga kekompakan dalam tim juga menjadi sebuah keharusan.

 

“Kekompakan tim itu juga perlu ketika saat diserang atau menyerang, kekompakan tim harus balance. Karena kita di sini pertandingan sehari bisa dua kali. Maka paling cepat dua atau tiga hari ada spend istirahat, jadi di situ yang harus disiapkan fisik dan mental,” tuturnya.

 

Sebagai kapten, dirinya juga mengingatkan bahwa suhu udara di Thailand cukup panas. Sehingga, pengaturan fisik menjadi penting untuk menjaga stamina saat bertanding. Mengenai cuaca ini diketahuinya pada saat dirinya sebagai kapten diundang dalam general assembly beberapa waktu lalu dan diberikan kesempatan untuk uji coba lapangan. “Saat main jam 9 atau jam 10 pagi memang sangat panas, bisa 34 sampai 35 derajat,” katanya.

 

Untuk itu, peraturan pertandingan yang leluasa seperti pergantian pemain yang bebas harus bisa dimanfaatkan para pemain. Sehingga para pemain yang baru saja keluar dari lapangan, bisa mengatur nafasnya, setelah fit, kembali lagi bermain. “Jadi di situ memang harus ada strategi, tidak harus memaksakan terus main, tapi bisa istriahat dulu kumpulkan kekuatan kemudian bisa main lagi,” pungkasnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua