Kamis, 18 April 2019

Bakal Berkongres di Surabaya, Tjoetjoe Masih Calon Terkuat Presiden KAI

Sayangnya, aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi membatasi jabatan Presiden KAI hanya selama satu periode.
CT-CAT

Kongres Nasional III Kongres Advokat Indonesia (KAI) bakal digelar di Surabaya. Hajatan besar bagi organisasi advokat itu, tampaknya bakal dihadiri oleh peserta hingga seribu advokat. Acara yang bakal berlangsung pada Jumat (26/4) dan Sabtu (27/4) itu akan diadakan di Grand Ballroom The Empire Palace, Jalan Embong Malang, Surabaya.

 

Rencananya, advokat yang bakal hadir berasal dari 22 provinsi di Indonesia. Kongres Nasional bagi KAI,  merupakan acara penting yang digelar secara rutin lima tahunan. Bagi KAI, acara tersebut merupakan agenda yang wajib dilaksanakan lima tahun satu kali. Ya, setidaknya menjadi acara besar untuk mengubah dan menyempurnakan AD/ART serta mencari sosok pimpinan bagi organisasi sebesar KAI.

 

Ketua Panitia Kongres KAI di Surabaya, Heru S. Notonegoro  mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki panitia, setidaknya terdapat 700 advokat KAI yang bakal hadir di Surabaya. Kepastian itu disimpulkan setelah mendapatkan konfirmasi dari 700 advokat tersebut. Dia berharap, hajatan besar KAI dapat terlaksana dengan damai dan lancar. “Tanpa terkendala apapun,” ujarnya  di Jakarta, Kamis (18/4).

 

KAI, kini masih di bawah kepemipinan Tjoetjoe Sandjaja Hernanto. Tjoetjoe, dikenal sebagai sosok tokoh di balik lahirnya era multibar. Selain itu, ia juga dikenal sebagai tokoh kompetensi advokat. Bagaimanapun, Tjoetjoe masih menjadi calon terkuat untuk menduduki posisi sebagai Presiden KAI periode 2019-2024.

 

Namun, karena Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi membatasi jabatan Presiden KAI hanya satu periode saja, Tjoetjoe pun terhambat untuk maju kembali. Walaupun realitanya,  mayoritas anggota KAI dari seluruh Indonesia masih menginginkan Tjoetjoe untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga 2024 mendatang. Alasannya, Tjoetjoe dinilai sukses membawa KAI menjadi organisasi yang besar, modern, dan berwibawa.

 

Dihubungi secara terpisah, salah satu peserta Kongres Nasional, Makhyuddin Jamal dari Makassar mengatakan, bakal menghadiri acara besar KAI tersebut. Baginya, hadir di acara kongres di Surabaya tersebut semata-mata untuk mendukung dilakukannya perubahan AD/ART. Salah satunya, agar jabatan Presiden KAI bisa dua periode.

 

“Dan kami datang untuk memastikan Bang Tjoetjoe bisa terpilih kembali sebagai Presiden KAI hingga 2024,” kata Makhyuddin.

 

Saat ini muncul beberapa kandidat presiden KAI yang juga siap bertarung untuk menggantikan Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, jika Tjoetjoe menolak untuk maju kembali. Beberapa kandidat yang bakal maju antara lain, Luthfi Yazid, Heru S. Notonegoro, dan Aldwin Rahadian.

 

Sebagaimana yang biasa terjadi di setiap organisasi advokat, saat-saat mendekati pelaksanaan Kongres atau Munas selalu terjadi gesekan-gesekan yang berpotensi terjadinya perpecahan di tubuh onganisasi Advokat. Tjoetjoe tidak mengangkal terhadap kemungkinan terjadinya potensi perpecahan di tubuh KAI.

 

“Perpecahan di organisasi Advokat adalah tradisi lima tahunan. Itu bisa terjadi kepada siapa pun, termasuk di KAI,” ungkapnya.

 

Bagi Tjoetjoe, perpecahan tersebut terjadi, karena adanya syahwat politik yang berlebihan dari 1 atau 2 orang. Bahkan, sistem yang sangat lemah bisa memberi peluang terjadinya perpecahan tersebut. Tjoetjoe berharap ke depan KAI harus memiliki satu lembaga independen permanen seperti KPU. 

 

Tugasnya, kata Tjoetjoe, mengatur dan mengendalikan Kongres Nasional, Kongres Nasional Luar Biasa, Konferensi Daerah, Konferensi Daerah Luar Biasa, Konferensi Cabang dan Konferensi Cabang Luar Biasa. Sehingga tidak akan ada lagi pihak-pihak tertentu yang dengan seenaknya membuat kongres-kongres tandingan.

 

“Di mana, seolah-olah kongresnya-lah yang paling legitimate,” Tjoetjoe menambahkan.

 

Lebih lanjut Tjoetjoe menilai, kongres nasional yang bakal digelar di Grand Ballroom The Empire Palace Jalan Embong Malang Surabaya adalah satu-satunya acara hajatan besar KAI. Sehingga,  tidak ada Kongres KAI lain, selain Kongres di Surabaya. Dia pun mengajak seluruh anggota KAI bergembira-ria serta mensyukuri apa yang sudah diraih KAI saat ini.

 

“Karena para anggotanya telah mampu keluar dari berbagai kendala dalam melaksanakan tugas profesi. Selamat berkongres, semoga sukses,” pungkasnya.

 

Artikel ini merupakan kerja sama hukumonline.com dengan Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua