Jumat, 19 April 2019

Dari Panji Merah Putih Hingga Lagu Batak Menghiasi Turnamen Asia Lawyers Cup 2019

Sebanyak 26 tim dari 10 negara akan bertanding dalam Asia Lawyers Cup 2019 selama empat hari ke depan.
RED/FAT
Tiga panji Merah Putih berkibar di Asia Lawyers Cup 2019. Foto: RES

Turnamen Asia Lawyers Cup 2019 resmi dibuka oleh Vincent Pinatel, lawyers sekaligus founder dari Mundiavocat & Asialawyers. Vincent mengatakan, total sebanyak 26 tim yang akan bertanding selama empat hari ke depan, mulai tanggal 18-21 April 2019. Ke-26 tim tersebut berasal dari 10 negara.

 

Jumlah tim yang ikut dalam turnamen Asia Lawyers Cup kali ini meningkat jika dibandingkan tahun 2017 lalu yakni sebanyak 21 tim. “Saya senang bertemu kalian di Bangkok untuk bertanding. Ini pertama kalinya India ikut bertanding,” kata Vincent pada awal sambutannya, Rabu (17/4) malam.

 

Panitia Asia Lawyers Cup 2019 saat pengundian grup. Foto: RES

 

Ke-26 tim tersebut terbagi atas dua kategori, yakni kategori master dan kategori classic. Perhimpunan Advokat Indonesia Football Club (Peradi FC) sendiri menurunkan dua tim, untuk masing-masing kategori. Perwakilan Peradi FC, Jamaslin James Purba bersemangat dan yakin dapat mencapai target yakni masuk empat besar.

 

Untuk kategori master terdiri dari 10 tim yang berasal dari 6 negara. Mereka antara lain Kodrea Selatan yang menurunkan tiga tim, China dan Jepang masing-masing menurunkan dua tim. Serta, Indonesia, Thailand dan Malaysia masing-masing yang menurunkan satu tim.

 

Grup A

  1. Tianjin Lawyers FT (China)
  2. Tokyo Master (Jepang)
  3. Sabah Law Society FT (Malaysia)
  4. Gwangju Lawyers Team (Korsel)

Grup B

  1. Beijing Chaoyang Law (China)
  2. Peradi FC–Master
  3. Seoul–Korea–Master (Korsel)

Grup C

  1. Fukuoka (Jepang)
  2. Lawyers All Stars (Thailand)
  3. Suwon Master (Korsel)

 

Sedangkan kategori classic terdiri dari 16 tim yang berasal dari 10 negara. Untuk kategori ini, Negara terbanyak yang menurunkan timnya adalah China yakni mencapai 6 tim. Lalu disusul jepang dengan menurunkan dua tim. Kemudian, Indonesia, Thailand, Nepal, Sri Langka, India, Malaysia, Korea Selatan dan Mongolia masing-masing menurunkan satu tim.

 

Grup A

  1. Shenden Lawyers FC (China)
  2. Beijing HardenWells Law (China)
  3. N&A (Nepal)
  4. Lawyer All Stars (Thailand)

Grup B

  1. Dentons China All Starts (China)
  2. Jontoe FT (China)
  3. Seoul-Korea-Classic (Korsel)
  4. Idia Well Wishers (India)

Grup C

  1. Dentons China Limited (China)
  2. Yokohama (Jepang)
  3. Mongolia
  4. Solicitas FC (Malaysia)

Grup D

  1. Tianjin Guo Hng FT (China)
  2. Japan United
  3. BASL (Sri Langka)
  4. Peradi FC-Indonesian Law

 

Pada pertandingan awal Peradi FC yang digelar, Kamis (18/4) malam, tiga panji bendera Merah Putih dan satu panji bendera Peradi terlihat berkibar. Bahkan, salah satu suporter Peradi FC menyetel music yakni lagu yang berasal dari suku Batak berjudul “Nang Gumalussang Akka Laut” yang dinyanyikan oleh Eddy Silitonga dari kursi penonton.

 

Dua tim Peradi FC usai pengundian, Rabu (17/4) malam. Foto: RES

 

Melalui pengeras suara portable, sambil bernyanyi dan memberikan dukungan tim kesayangannya bertanding, para suporter sesekali juga mengibarkan bendera merah putih dan bendera Peradi. Bahkan, terdengar teriakan para penonton untuk memberikan semangat ke para pemain.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua