Jumat, 19 April 2019

Taklukkan Tim dari China, Peradi FC Classic Jadi Runner Up Grup

Pertandingan berikutnya, Peradi FC Classic akan bertanding sesama runner up tiga grup lainnya.
FAT/RES
Foto: RES

Senyum para pemain Perhimpunan Advokat Indonesia Football Club (Peradi FC) semakin lebar. Setelah kemenangan diraih Peradi FC Master, kini kemenangan direngkuh Peradi FC Classic. Skuat muda Peradi FC ini berhasil menaklukkan Tianjin Guo Hong FT dari China, Jumat (19/4) malam.

Sejak awal pertandingan, kedua tim saling menekan. Serangan demi serangan dibangun untuk mematahkan semangat lawan. Namun, akhirnya gol pertama tercipta oleh Peradi FC Classic. Serangan di sayap kiri membuat Peradi FC memperoleh tendangan bebas lantaran salah satunya dijatuhkan pemain bek Tianjin.

Kapten Marco Chandra Silaen yang mengambil tendangan bebas beberapa meter di luar kotak pinalti sebelan kiri gawang lawan. Melalui kaki kanannya, Marco melesatkan tendangan sehingga tak bisa dibendung oleh kiper lawan dan akhirnya gol tercipta pada menit ke-15. Angka 1-0 milik Peradi FC telah di tangan. Kebobolan satu gol, para pemain Tianjin terus menekan skuat muda Peradi FC. Namun, serangkaian serangan dapat dikandaskan oleh para pemain belakang Peradi FC yang rapat.

Hingga akhirnya di menit ke-26, Chrisandya Sinurat memberikan umpan ke Marco. Umpan yang diterima Marco dilesatkan ke mulut gawang Tianjin. Akhirnya tepat di menit ke-26, tendangan Marco tersebut kembali menjebolkan gawang lawan. Skor 2-0 untuk Peradi FC Classic hingga turun minum.

Babak kedua permainan semakin memanas. Begitu juga pergantian pemain di kedua tim juga dilakukan. Pada menit ketiga usai peluit babak kedua dimulai, serangan kembali dibangun skuat muda Peradi FC. Sonang Nimrot Jewel dari sayap kiri memberikan assist ke Indra Rusmi yang membuahkan gol ketiga bagi Peradi malam itu.

Pesta gol skuat muda Peradi FC ini semakin mengukuhkan posisi mereka di runner up grup D kategori Classic. Pertandingan berikutnya, Peradi FC Classic akan bertanding sesama runner up tiga grup lainnya untuk memperebutkan posisi ke-5, 6, 7 atau 8.

Drama Berdarah

Manisnya kemenangan yang direngkuh pemain Peradi FC Classic saat melawan tim Tianjin dari China, berbeda di pertandingan awal di hari yang sama. Sebelum bertanding melawan Tianjin di malam hari, pada pukul 10.30, di hari yang sama, Peradi FC Classic harus bertemu dengan Japan United, yang pernah mengalahkan Peradi FC di Mundiavocat di La Manga, Spanyol, 2016 silam dengan skor 5-0.

Bermain di tengah hari membuat fisik kedua tim cepat kelelahan. Bahkan, panitia pertandingan sempat memberikan istirahat bagi kedua tim pada 15 menit pertama untuk turun minum. Suhu tercatat mencapai 36 derajat celcius. Meski begitu, serangan dan permainan ngotot di kedua kubu terus tercipta. Hingga turun minum babak pertama usai, skor kedua tim masih imbang, 0-0.

Tempo permainan di babak kedua mulai cepat. Kedua tim saling menyerang namun masih belum membuahkan hasil. Hingga di menit ke-10, saat pemain Japan United menyerang terjadi “drama berdarah” bagi penjaga gawang Peradi FC Classic, Parlindungan Martogi Simbolon.

Terjadi kemelut mulut gawang Martogi. Saat perebutan bola terjadi antara Martogi dengan penyerang Japan United, pelipis Martogi berdarah lantaran kena dengkul lawan, dan bola masuk ke gawang. Martogi harus dilarikan menggunakan ambulance untuk mendapat perawatan. Pelipis Martogi robek hingga harus dijahit oleh medis.

Awalnya, wasit ragu untuk menetapkan kejadian tersebut sebuah pelanggaran atau gol bagi United Japan. Namun akhirnya, wasit memutuskan bahwa bola yang dilesatkan ke gawang Peradi FC Classic sah dan gol. Hingga babak kedua berakhir, skor 0-1 untuk kemenangan Japan United.

Perwakilan Peradi FC Jamaslin James Purba menilai, keputusan wasit yang tetap mengesahkan gol tersebut sangat kontroversial. "Peradi FC Classic kalah dramatis lawan Japan United pagi ini diwarnai insiden tendangan dari pemain Jepang ke wajah kiper Peradi FC sehingga dilarikan ke rumah sakit. Wasit secara kontroversial tetap mengesahkan gol pada insiden tersebut dan akhirnya Peradi kalah 0-1," pungkasnya. 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua