Minggu, 21 April 2019

Kelelahan, Peradi FC Classic Terpaksa Tunduk dari Tim Malaysia

Fisik pemain yang kelelahan di hari sebelumnya yang bermain hingga dua kali menjadi faktor yang tak bisa dihindarkan.
FAT/RES
Foto: RES

Peluang skuat muda tim Perhimpunan Advokat Indonesia Football Club (Peradi FC) Classic untuk memperebutkan juara lima dan enam kandas sudah. Peradi FC Classic terpaksa tunduk dari Tim Solicitas FC, Malaysia. Para advokat negeri jiran tersebut berhasil mengalahkan tim Peradi FC dalam 2 x 35 menit dengan skor 3-0.

Sejak awal pertandingan, tempo permainan Peradi FC tidak secepat permainan-permainan sebelumnya. Sejumlah pemain yang sebelumnya bermain di babak pertama melawan Japan United tidak diturunkan di awal pertandingan ini. Menit ke-6 menjadi awal muram bagi Peradi FC Classic. Gol tercipta untuk Tim Malaysia melalui tendangan salah satu penyerangnya.

Ketinggalan 1-0, Peradi FC mulai meningkatkan tempo permainan. Terkadang bola-bola pendek dilakukan para pemain tengah Peradi FC. Suhu panas membuat kedua tim cepat kelelahan. Tercatat, pada pukul 14.45, suhu di lapangan mencapai 39 derajat celcius, tapi laga harus terus berlangsung.

Pada menit ke-20, wasit membunyikan peluit tanda “water break” atau istirahat bagi para pemain untuk minum. Usai “water break”, para pemain kembali ke rumput hijau. Konsentrasi kembali ke lapangan. Peluang tercipta saat Alvian Tambunan pemain tengah Peradi FC dijatuhkan lawan beberapa meter di luar kotak pinalti.

Marco Chandra Silaen selaku penyerang menjadi algojo tendangan bebas. Namun sayangnya, tendangan Marco terbentur pemain belakang Malaysia, sehingga membuahkan tendangan pojok bagi Peradi FC. Peluang juga beberapa kali tercipta. Tapi dewi fortuna belum memihak Tim Peradi.

Serangan yang diciptakan Tim Peradi yang kandas membuat tercipta serangan balik dari Tim Malaysia. Di penghujung babak kedua, penyerang Malaysia berhasil membobol gawang Peradi yang dijaga Bambang Harianto Ginting. Blunder di mulut gawang Peradi FC Classic kembali terjadi, hingga dua menit kemudian hingga total 3-0 untuk kemenangan Malaysia.

Penyerang Peradi FC Marco Chandra Silaen mengatakan, suhu yang ekstrim menjadi salah satu faktor kekalahan timnya kali ini. Apalagi, sesi pelatihan yang dilakukan Peradi FC Classic di Tanah Air jarang dilaksanakan pada siang hari. “Kami latihan biasanya malam. Cuaca panas membuat tim cepat kelelahan,” katanya.

Bukan hanya itu, lanjut Marco, fisik pemain yang kelelahan di hari sebelumnya yang bermain hingga dua kali menjadi faktor yang tak bisa dihindarkan. Pada pagi hari sebelumnya, Peradi FC melawan Japan United. Malam hari, tim melawan para advokat dari Sri Langka (Bar Association of Sri Langka-BASL).

“Kita sudah menjalankan laga yang padat dan habis-habisan saat melawan Japan United. Ini faktor kelelahan,” katanya kepada hukumonline.com di Bangkok, Thailand, Sabtu (20/4).

Meski begitu, ia mengakui, pengalaman jam terbang pemain juga menjadi faktor penting dalam setiap pertandingan. Ditambahkan lagi kekompakan dan memahami karakter rekan setim perlu digenjot lagi. Apalagi, Malaysia merupakan lawan yang sering bertemu Peradi FC dalam setiap kesempatan. Salah satunya pada Oktober tahun lalu dilakukan pertandingan persahabatan antara Peradi FC dengan Malaysia di Bandung. Di hari terakhir, Minggu (21/4), Peradi FC Classic akan bertemu dengan Dentons China All Stars untuk memperebutkan peringkat ketujuh.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua