Minggu, 21 April 2019

Menang atas Tim China, Peradi FC Classic Berada di Peringkat 7

Permainan ketat diperlihatkan kedua tim, skor akhir 3-2 untuk kemenangan Peradi FC.
FAT/RES
Foto: RES

Usai laga antara Perhimpunan Advokat Indonesia Football Club (Peradi FC) Master, kini giliran Peradi FC Classic yang bertanding. Sama seperti seniornya, para skuat muda Peradi FC tersebut juga bertemu tim dari China, Dentons China All Stars, Minggu (21/4).

Permainan di babak pertama kedua tim berjalan lamban. Keduanya masih membaca pola permainan satu sama lain. Peluang bagi Peradi FC mulai dating di menit ke-14. Para pemain belakang Dentons China sempat blunder, namun saying peluang ini tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Peradi FC Classic.

Tempo permainan mulai cepat. Dentons mulai mengandalkan serangan baliknya. Alhasil, pada menit ke-30, tangan salah satu pemain belakang Peradi FC terkena bola hingga terjadi pinalti. Eksekusi pinalti pun membuahkan hasil, sehingga Peradi FC kalah 0-1 oleh Dentons.

Dewi fortuna akhirnya kembali di kubu Peradi FC. Elyakim Snekubun, gelandang Peradi FC Classic, membawa bola hingga akhirnya melakukan crossing ke Michael Kanta Germansa dan akhirnya gol, skor 1-1.

Tempo permainan makin cepat. Tak sampai satu menit kemudian, penyerang Marco Chandra Silaen turut menyumbangkan gol melalui tendangan kea rah kiri gawang lawan. Skor berubah menjadi 2-1 untuk kemenangan Peradi FC. Skor ini bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, permainan yang diperlihatkan Peradi FC semakin stabil. Hingga pada akhirnya di menit ke-10, Sonang Nimrot Jewel dijegal pemain belakang Dentons dan membuahkan free kicik bagi Peradi FC. Marco sang eksekutor pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini, namun tendangan Marco terbentur pemain belakang Dentons.

Beberapa menit kemudian, terjadi blunder di pertahanan Peradi FC. Tendangan dari penyerang lawan terbentur salah satu kaki pemain Peradi FC yang akhirnya membuat bola masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-2.

Permainan ketat diperlihatkan kedua tim. Hingga di menit ke-14, Peradi FC mendapat hadiah free kick lantaran salah satu pemainnya dijegal pemain belakang Dentons. Marco kembali menjadi eksekutor. Alhasil, tendangan bebas Marco masuk ke sudut kanan gawang sehingga mengubah skor menjadi 3-2 untuk Peradi FC.

Skor tak berubah hingga babak kedua berakhir. Kemenangan ini menjadikan Peradi FC berada di peringkat ketujuh dalam kategori Classic atau di bawah usia 35 tahun. Pemain senior Peradi FC, Jamaslin James Purba melihat potensi yang baik dalam skuat muda Peradi FC.

Menurutnya, teknik bermain skuat muda Peradi FC tidak kalah dari Negara-negara lain. Hanya saja, kematangan dan pengalaman masih diperlukan bagi tim skuat muda. “Tim Classic makin bagus dan solid sehingga bisa menambah prestasi di ajang berikutnya,” kata James kepada hukumonline.com, Minggu (21/4).

Untuk mengakomodir hobi para advokat muda di olahraga sepak bola, lanjut James, DPN Peradi sudah mulai mengadakan turnamen seperti futsal di Bali pada 25-27 April mendatang. Ia berharap, turnamen-turnamen seperti ini sering dilakukan DPN sebagai wadah organisasi yang peduli pada hobi para advokat muda di tingkat lokal.

Sedangkan untuk di tingkat internasional, ia juga berharap para advokat muda untuk tetap aktif karena hal ini menjadi wadah baik bagi advokat berjejaring di dunia internasional. “Hal (turnamen internasional, red) ini merupakan salah satu cara menggugah lawyer muda untuk kenal dunia dan jaringan yang luas. Penting untuk menggugah lawyer untuk aktif di kegiatan olahraga,” tutupnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua