Selasa, 23 April 2019

Dari Surabaya Advokat Mempertajam Identitas Diri Oleh: TM. Luthfi Yazid*)

 

Fakta seperti ini tidak dapat kita hindari, meskipun tidak jarang membingungkan para para pencari keadilan. Namun, yang penting saat ini adalah bagaimana organisasi advokat dapat mendorong para anggotanya untuk dapat mewujudkan profesinya sebagai officium nobile. Dalam hal ini, sejatinya peran advokat bukan hanya mendapatkan banyak klien, menangani dan memenangkan perkara di pengadilan.

 

Organisasi advokat juga bukan hanya berurusan di seputar mengadakan pendidikan dan ujian advokat, memperbanyak anggota, melakukan penyumpahan dan semacamnya.  Advokat dituntut pula untuk menegaskan integritasnya, punya idealisme, mau membela secara probono.

 

Lebih dari itu, agar tidak ketinggalan zaman, maka perihal disrupsi hukum, digitalisasi, deregulasi, outsorcing, legal search engines, dan complexity of legislation dan hal-hal lain seperti ide-ide Tomorrow’s Lawyers An Introduction to Your Future (Oxford University Press, 2017), yang ditulis Richrad Susskind, Kevin D Ashley dengan Artificial Intelegent  and legal analytic, Benjamin H Barton dengan Rebooting Justice, Joseph Raczynski tentang future of law dll harus juga dicermati dan diantisipasi.

 

Sofia Lingos, seorang pengacara dan pengurus the American Bar Association, Bill Potts Wakil Presiden The Queensland Law Society dan Chief Justice dan mantan Jaksa Agung Singapura Sundaresh Menon sejak dini telah mengingatkan tentang disrupsi hukum dan digitalisasi yang dapat mengancam dunia advokat jika tidak diantisipasi dengan cerdas dan bijak.

 

Jika profesi advokat dianggap sebagai officium nobile, maka watak Mesteer in de Rechten  seperti Moh Roem, Muh.  Yamin, Kasman Singodimedjo, Lukman Wiriadinata, Adnan Buyung Nasution, Yap Tiam Hien, Anwar Haryono atau pejuang hukum idealis generasi beliau mestinya juga menginspirasi advokat saat ini. Namun, apakah tanda-tanda lahirnya advokat yang punya kepedulian dan keterlibatan dalam kehidupan berbangsa seperti mereka sudah cukup menguat saat ini?

 

Tidak sedkit yang mengkritisi kualitas, profesionalitas dan karakter advokat saat ini. Adakah yang salah dari peran organisasi advokat  dalam membina para advokat yang menaunginya?  

 

Peran Advokat

Terkait dengan upaya untuk memaksimalkan peran organisasi advokat ke depan, maka terhadap UU Advokat (UU No 18 Tahun 2003) harus dilakukan perombakan, agar profesi dan organisasi advokat menjadi organisasi yang diperhitungkan; advokat benar-benar ditempatkan sebagai penegak hukum yang sejajar dengan penegak hukum lainnya,. Karena itu, realitas multi-bar mesti disikapi dengan bijak.  

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua