Senin, 20 May 2019

Menhub Tentukan Batas Bawah, Ojol Akali Pasang Promo Tak Wajar?

 

Selama ini, katanya, perusahaan mensubsidi konsumennya dengan jual rugi. Jadi ongkos yang seharusnya sepuluh, dijual lima. Artinya, lima sisanya mesti disubsidi oleh produsen atau operator. Pada saat produsen sudah menempati posisi monopoli, barulah perusahaan akan me-recovery kerugian dengan menaikkan harga di atas marginal cost.

 

“Kontruksi jual rugi itu akan memunculkan perusahaan yang memonopoli. Pada posisi itu, perusahaan bisa mengeksploitasi harga dengan sangat tinggi,” katanya.

 

Apalagi, untuk industri transportasi online yang berbasis inovasi (innovation based), maka tak bisa dipungkiri bahwa tak banyak pemain yang bisa masuk ke pasar. Dalam kondisi ini jelas sangat berbahaya bila satu perusahaan mempredatory perusahaan yang lain. Terlebih memang hanya ada dua pemain dalam industri ojek online di Indonesia. Kalau predatory ini terus berlangsung, kata Syarkawi, justru yang paling dirugikan adalah industri itu sendiri.

 

(Baca: KPPU Selidiki Dugaan Predatory Pricing Ojek Online)

 

Kendati Pasal 20 UU No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli juga telah melarang praktik jual rugi atau menetapkan tarif sangat rendah dengan maksud mematikan usaha pesaing, sayangnya proses pembuktian atas jual rugi dan predatory pricing itu sangat lama dan harus terbukti dahulu adanya pelaku usaha yang keluar dari pasar.

 

Prosesnya, Pertama, produsen jual rugi sehingga ada pesaing yang keluar dari pasar. Kedua, pemain baru juga tak bisa masuk ke dalam pasar, sehingga perusahaan tersebut menjadi satu-satunya perusahaan yang memonopoli pasar. Ketiga, karena Ia memonopoli pasar maka bisa mengeksploitasi pasar dengan harga jual yang tinggi.

 

Dalam proses itu, KPPU harus betul-betul bisa membuktikan, di antaranya apakah benar telah terjadi jual rugi? hal itu bisa dibuktikan dengan melihat struktur cost yang digunakan perusahaan. Dalam hal ini, bukti ekonomi yang dikantongi KPPU harus betul-betul kuat. Selanjutnya, KPPU harus jeli melihat apakah perusahaan benar-benar telah menjual dibawah harga wajar yang seharusnya ia tanggung dan lainnya.

 

“Karena itu, untuk mengantisipasi predatory pricing ini poin pentingnya ada di Menhub sebenarnya. Pak Menhub perlu didorong memasukkan ketentuan mengenai batasan waktu promosi dan berapa persen batasan diperbolehkan memberikan promosi,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua