Senin, 03 June 2019

Tips Aman Belanja Produk Kebutuhan Lebaran

Pastikan setiap bahan makanan dan produk tidak kedaluwarsa dan ada jaminan kehalalannya. 
Aida Mardatillah
Ilustrasi. Foto: RES

Menyongsong Hari Raya Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi, masyarakat khususnya ibu rumah tangga kerap disibukkan mempersiapkan keperluan lebaran. Mulai baju lebaran, bahan makanan khas lebaran, kue-kue lebaran untuk menyambut tamu-tamu yang berkunjung, hingga kebutuhan aneka parsel lebaran untuk kolega. Untuk itu, ketika membeli aneka makanan dan produk lain kebutuhan lebaran, masyarakat perlu memperhatikan beberapa hal sebelum membelinya.

 

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sholahuddin Al Ayub mengingatkan pertama kali membeli makanan harus memastikan kemasan dan tanggal kedaluwarsanya, apakah makanan itu tenggat waktunya masih aman untuk dikonsumsi atau tidak. Terpenting, harus memperhatikan kehalalannya (thayyiban). “Jadi, dalam membeli bahan makanan atau produk ada dua yang perlu dilihat yakni kedaluwarsanya dan kehalalannya,” kata Ayub kepada Hukumonline, Kamis (30/5/2019).

 

Dia menerangkan kehalalan makanan atau produk tertentu yang disertifikasi oleh MUI. Namun, jika kemasan produk hanya mencantumkan label halal tanpa logo atau disertifikasi oleh MUI, hal itu tidak masalah sepanjang produk itu memang benar-benar secara umum halal. Namun, jika produk itu diketahui tidak halal berarti sudah melanggar UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.  

 

“Ke-thayyiban (kehalalan) produk makanan secara medis atau kesehatan baik (aman) untuk dikonsumsi. Sekali lagi, bagi umat Islam yang merayakan lebaran perhatikan makanan atau produk yang sudah bisa dipastikan kehalalannya,” tegasnya.

 

Untuk diketahui, belum lama ini, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), sebuah badan yang dibentuk berdasarkan UU Perlindungan Konsumen, mengeluarkan imbauan agar konsumen tetap waspada selama Ramadhan dan menjelang Lebaran 2019 ini. Ketua BPKN Ardiansyah Parman menghimbau masyarakat untuk mewaspadai produk kedaluwarsa. Sebab, menjelang lebaran biasanya ada produk yang sudah lewat waktu atau kedaluwarsa yang masih beredar di pasaran.

 

Untuk itu, konsumen perlu meneliti sebelum membeli barang. Kalau berupa obat dan makanan, konsumen perlu memutakhirkan pengetahuannya terhadap hasil penindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pastikan bahwa barang yang Anda beli tidak kedaluwarsa dengan melihat label tanggal yang ada pada setiap kemasan produk.

 

Imbauan BPKN itu sejalan dengan apa yang pernah disampaikan sebelumnya oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Menaruh perhatian pada produk makanan dan minuman, YLKI meminta konsumen memperhatikan sejumlah hal, termasuk memastikan pangan yang dibeli aman dikonsumsi, kemasan barang baik, dan tidak kedaluwarsa.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua