Selasa, 04 Juni 2019

Menakar Efektivitas Penerapan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Jelang Mudik Lebaran

Beberapa pihak meyakini bahwa penurunan tarif batas atas tidak akan berpengaruh banyak terhadap penurunan harga tiket pesawat. Pemerintah diminta memberikan insentif.
Fitri Novia Heriani
Ilustrasi: HGW

Mudik menjadi salah satu tradisi bagi masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Momen ini dijadikan sebagai ajang untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara. Biasanya, kampung halaman menjadi titik fokus bagi para perantauan yang ingin merayakan hari raya bersama keluarga besar.

 

Salah satu moda transportasi yang menjadi idola perantauan pada momen-momen mudik adalah transportasi udara (pesawat terbang). Jenis transportasi ini memberikan keunggulan jauh ketimbang transportasi darat dan laut, terutama dari sisi efisiensi waktu. Apalagi, maskapai penerbangan turut menyediakan harga tiket pesawat yang cukup ramah di kantong atau tarif murah, yang biasa dikenal dengan low-cost carrier (LCC).

 

Tapi situasinya justru berubah pada momentum mudik tahun ini. Nyaris semua maskapai penerbangan komersil yang ada di Indonesia meniadakan LCC. Jika dulu konsumen masih berkesempatan mendapatkan tiket promo dengan harga enteng, tapi kali ini harga tiket pesawat melambung tinggi lebih dari 100 persen. Bahkan, terdapat fenomena harga tiket mencapai Rp21 juta bagi rute-rute tertentu dengan cara transit dan memakan waktu hingga 14 jam.

 

Hal ini jelas berdampak kepada minat masyarakat untuk menggunakan pesawat terbang pada momen-momen mudik kali ini. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan, tahun ini pertumbuhan penumpang pesawat saat mudik diperkirakan sebesar 2,38% sementara mudik tahun lalu tumbuh 4,49%. Itu untuk penerbangan domestik.

 

Dengan turunnya minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara tersebut, apakah perbaikan regulasi yang dilakukan oleh pemerintah dengan menurunkan tarif batas atas (TBA) berdampak positif untuk harga tiket pesawat?

 

Ketua Masyarakat Hukum Udara, Andre Rahadian, memandang bahwa harga tiket pesawat di periode Hari Raya Idul Fitri tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai apakah TBA berjalan efektif atau tidak. Selain ada faktor tuslah, permintaan yang tinggi terhadap maskapai penerbangan memang tinggi pada periode ini, meskipun ada fakta lain yang menunjukkan bahwa moda trasnportasi lain turut mengalami peningkatan.

 

Idealnya, lanjut Andre, dampak dari penurunan TBA bisa dilihat pasca Hari Raya Idul Fitri dan periode libur sekolah. “Periode lebaran yang high season ini nggak bisa jadi patokan karena ada tuslah dan permintaan tinggi. Sesudah lebaran masuk periode libur sekolah. Jadi kelihatannya hingga Juli harga masih tinggi. Setelah itu baru kita bisa lihat penurunan harga,” kata Andre kepada hukumonline, Jumat (31/5).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua