Rabu, 12 Juni 2019

SIAC Respons Positif Perwakilan Indonesia di Lembaga Arbitrase Internasional

Sebagai lembaga penyelesaian sengketa yang sering kali mendapat kepercayaan dari pihak Indonesia, keberadaan perwakilan Indonesia di SIAC dinilai dapat berkontribusi positif dalam penyelesaian sengketa.
Mochammad Januar Rizki
Ilustrasi penyelesaian sengketa. Ilustrator: HGW

Lembaga arbitrase internasional The Singapore International Arbitration Centre (SIAC) menunjuk advokat Indonesia, Eri Hertiawan dari Firma Hukum Assegaf, Hamzah dan Partner (AHP) sebagai Anggota Pengadilan Arbitrase SIAC. Kehadiran perwakilan Indonesia ini menjadi angin positif bagi profesi hukum dalam negeri karena mendapat kepercayaan menduduki jabatan prestise dalam sebuah lembaga arbitrase internasional.

 

Deputy Registrar & Centre Director SIAC, Kevin Nash menyambut positif adanya perwakilan Indonesia dalam lembaga ini karena hal tersebut merupakan pertama dan satu-satunya advokat Indonesia yang menjabat sebagai Anggota Pengadilan Arbitrase SIAC. Terlebih lagi, posisi anggota pengadilan bertugas mengawasi manajemen perkara dan berhak memutuskan permohonan untuk berbagai prosedur berdasarkan peraturan SIAC.

 

“Pengangkatan Bapak Eri Hertiawan sebagai anggota Pengadilan Arbitrase SIAC menempatkan beliau ke dalam kelompok spesialis arbitrase paling terkemuka di dunia yang terdiri dari 33 orang. Presiden dan Pengadilan Arbitrase SIAC mengawasi Manajemen Perkara SIAC dan memutuskan permohonan untuk berbagai prosedur berdasarkan Peraturan SIAC,” jelas Nash kepada hukumonline, Selasa (11/6).

 

“Kami sangat senang mengkonfirmasi bahwa Bapak Eri Hertiawan adalah anggota Indonesia pertama dan satu-satunya di Pengadilan Arbitrase SIAC,” tambah Nash.

 

Menurutnya, SIAC merupakan lembaga penyelesaian sengketa yang sering kali mendapat kepercayaan dari pihak Indonesia. Sehingga, perwakilan Indonesia di SIAC dapat berkontribusi positif dalam penyelesaian sengketa.

 

Perlu diketahui, secara struktural, SIAC terdiri dari Dewan Direksi SIAC, Pengadilan Arbitrase SIAC dan Tim Manajemen Perkara di Sekretariat SIAC. SIAC juga memiliki panel arbiter berpengalaman dan ahli dari lebih dari 40 yurisdiksi yang ditunjuk untuk memeriksa sengketa dalam perkara SIAC. Eri juga diundang untuk bergabung ke dalam daftar arbiter yang bergengsi ini.

 

Selain Eri, terdapat juga perwakilan Indonesia lainnya yaitu Kendista Wantah sebagai Indonesian Counsel di Sekretariat SIAC. Selain itu, terdapat juga perwakilan Indonesia sebagai arbiter yaitu Mohamed Idwan Ganie, Darrel Johnson, Frederik BG Tumbuan dan Frans H Winarta.

 

Baca:

 

Terdapat perbedaan tanggung jawab antara anggota Pengadilan Arbitrase SIAC dan arbiter. Tugas seorang anggota Pengadilan Arbitrase SIAC yaitu memberi arahan kepada jajaran direksi SIAC dan membantu pengawasan pada lembaga tersebut. Sedangkan, arbiter adalah pihak yang ditunjuk untuk mendamaikan sengketa sehingga mencapai hasil kesepakatan memiliki kekuatan hukum final dan mengikat.

 

“Kami berharap bahwa keahlian SIAC sehubungan dengan Indonesia akan semakin meningkatkan popularitas SIAC dengan pihak Indonesia,” jelas Nash.

 

Sebelumnya, Eri menjelaskan SIAC merupakan salah satu lembaga abitrase internasional yang sering ditunjuk para pihak khususnya korporasi dalam penyelesaian sengketa. Sehingga, dia menilai kehadiran advokat Indonesia dalam SIAC sangat dibutuhkan untuk menangani penyelesaian sengketa.

 

Menurutnya, penunjukan ini merupakan tanda positif dari internasional terhadap Indonesia. Pasalnya, terdapat stigma bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang sulit melaksanakan putusan dari lembaga penyelesaian sengketa abitrase. “Indonesia sudah dilihat positif pihak internasional karena selama ini dilihat arbitration unfriendly. Harapannya semua pihak dapat melihat peradilan arbitrase ini bisa menggantikan pengadilan negeri,” jelasnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua