Rabu, 19 Juni 2019

Saling Kutip Ayat al-Qur’an di Sidang Sengketa Pilpres

Permohonan ini seharusnya dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya oleh para Hakim MK yang wajib memutuskan setiap perkara dengan irah-irah “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.”
Aida Mardatillah
Ketua Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra saat menyampaikan materi keterangan Pihak Terkait di ruang sidang MK, Selasa (18/6). Foto: RES

Sidang pembacaan permohonan Pemohon (Paslon 02 Prabowo-Sandi), jawaban Termohon (KPU), keterangan Pihak Terkait (Paslon 01 Jokowi-Mar’uf) telah dibacakan di sidang sengketa hasil Pilpres 2019. Selain substansi, ada hal menarik saat pembacaan permohonan Pemohon dan keterangan Pihak Terkait yang sama-sama mengutip ayat-ayat al-Qur’an dalam persidangan.

 

Awalnya, saat pembacaan permohonan, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi yang diketuai Bambang Widjojanto mengutip ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang menekankan pada prinsip keadilan atau berlaku adil dalam kehidupan dunia terutama dalam mengadili sebuah perselisihan diantara umat manusia. Dia mengutip QS Al-Hajj (22): 69 yang menyebutkan, “Allah akan mengadili diantara kamu pada hari kiamat tentang apa yang dahulu kamu perselisihkan.”   

 

Bambang juga mengutip Hadits sahih yang menunjukan contoh menegakan prinsip keadilan. Hadits yang populer di kalangan umat Islam ini berbunyi, “Andai anakku, Fatimah mencuri, maka akan aku potong tangannya. Hal inilah menurut Bambang, “Keadilan Substantif” yang diajarkan Nabi Muhammad SAW yang selama ini juga menjadi pakem/pedoman MK memutus perkara.  

 

Kemudian, pria yang akrab disapa BW ini, mengutip QS As-Sajdah (32): 25 yang berbunyi, “Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang memberikan keputusan diantara mereka pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya.”   

 

“Saya meyakini siapa menabur kebaikan, maka dia akan menuai kebaikan. Dan siapapun menanam kebajikan, maka dipastikan dia akan memanen kemuliaan.” (Baca Juga: Tim Hukum Jokowi-Ma’ruf Sebut Semua Dalil ‘Gugatan’ Prabowo Asumtif)

 

Saat pembacaan keterangan Pihak Terkait setelah kewenangan MK diatur Pasal 24C UUD 1945 dan dirinci dalam Pasal 10 ayat (1) UU MK, Ketua Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra menerangkan dalam perspektif Islam, al-Qur’an telah memberi pedoman dan bimbingan mengenai pembentukan Mahkamah untuk memutuskan berbagai perselisihan dalam kehidupan demokrasi dalam sebuah negara modern yang tertuang dalam QS An-Nisa (4): 58.   

 

Dia mengutip QS An-Nisa (4): 58 berbunyi, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah sebaik-baik pemberi pelajaran kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”


Selain itu, QS An-Nisa (4): 135 yang berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika mereka kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kalian memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Teliti terhadap segala sesuatu yang kalian kerjakan.”

 

Kemudian Yusril pun mengutip QS al-Maidah (5): 8 dimana Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, jika kalian menjadi saksi hendaklah memberi keterangan dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian kalian terhadap suatu kaum (golongan) mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa...”

 

Menanggapi kutipan ayat-ayat al-Quran yang disampaikan Pemohon, Yusril menilai kedua ayat al-Qur’an itu tidak berkaitan dengan “perselisihan” yang timbul karena perhitungan akhir hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Karena itu, permohonan ini seharusnya dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya oleh para Hakim MK yang wajib memutuskan setiap perkara dengan irah-irah “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

 

Pada hemat Pihak Terkait, permohonan ini akan dapat diputuskan dengan adil oleh MK tanpa harus menunggu datangnya hari kiamat dimana Allah SWT akan memberikan keputusan-Nya. Apa yang akan diputus oleh Majelis MK akan sangat tergantung kepada fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan ini,” katanya. 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua