Senin, 08 Juli 2019

Mendag, Dua Kali Dipanggil Dua Kali Mangkir

Aji Prasetyo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini berencana memeriksa Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebagai saksi dalam kasus dugaan pemberian gratifikasi atas tersangka Bowo Sidik Pangarso. Tapi rencana itu gagal karena Enggar tidak bisa memenuhi panggilan penyidik. 

"Untuk jadwal ulang Mendag hari ini tidak dapat dipenuhi oleh ybs karena sedang menjalankan tugas lain. Pihak Mendag telah mengirimkan surat ke KPK dan meminta dijadwalkan ulang kembali 18 Juli 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (8/7).

Ini adalah kali kedua Enggar mangkir dari pemeriksaan. Pada 2 Juli 2019 lalu politisi Partai Nasional Demokrat ini juga tidak memenuhi panggilan karena sedang berada di luar negeri. 

"Informasi tentang jadwal pemeriksaan berikutnya akan kami sampaikan kembali. Kami harap setelah sebelumnya tidak datang 2 kali di jadwal sebelumnya, maka pada penjadwalan berikutnya Mendag dapat datang memenuhi kewajiban hukumnya sebagai saksi," ujar Febri. 

Dalam penyidikan gratifikasi Bowo penyidik telah melakukan penggeledahan di ruang kerja dan kediaman Enggar. Namun tidak ditemukan bukti maupun melakukan penyitaan pada penggeledahan tersebut. 

KPK memang tengah menyelidiki dugaan gratifikasi Bowo Sidik. Salah satunya terkait dengan penyusunan peraturan menteri perdagangan yang berkaitan dengan gula rafinasi. 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua