Selasa, 09 Juli 2019

Pemerintah Tetapkan Jadwal Penerbangan LCC di Jadwal Tertentu

Harga tiket pesawat murah akan terus diawasi dan dievaluasi oleh pemerintah.
Fitri Novia Heriani
Ilustrasi: BAS

Pemerintah akhirnya merilis jadwal penerbangan LCC di jadwal tertentu. Hasil kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penurunan Tarif Batas Atas (TBA) harga tiket pesawat bersama sejumlah pihak terkait. Ini merupakan tindak lanjut rapat yang digelar pada 1 Juli lalu, ketika pemerintah dan maskapai sepakat menentukan besaran penurunan harga tiket pesawat Low Cost Carrier (LCC) sebesar 50 persen dari tarif batas atas pada hari dan jam tertentu.

 

“Penerbangan murah disediakan oleh pemerintah untuk jadwal keberangkatan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 10.00 s.d. 14.00 untuk penerbangan LCC domestik tipe pesawat jet, dengan memberikan penurunan tarif 50% dari TBA LCC, untuk alokasi seat 30% dari total kapasitas pesawat,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam siaran pers yang diterima oleh hukumonline, Senin (8/7).

 

Adapun kebijakan yang ditetapkan pemerintah guna menyediakan penerbangan murah LCC domestik jadwal tertentu adalah sebagai berikut. Untuk jadwal penerbangan, maskapai Citilink akan menyediakan tiket LCC pada 62 flight per hari (selasa, kamis, dan sabtu) dengan total saat ini 3.348 seat. Sedangkan Lion Air Group menyediakan tiket LCC sejumlah 146 flight per hari (selasa, kamis, dan sabtu) dengan total saat ini 8.278 seat.

 

Berdasarkan kesepakatan bersama, kebijakan ini akan mulai efektif pada hari kamis tanggal 11 Juli 2019. Adapun rute penerbangan yang ditetapkan sebagai penerbangan murah ini akan mengikuti mekanisme izin rute dari Dirjen Perhubungan udara. Sementara itu pengawasan atas kebijakan ini akan dilaksanakan oleh Dirjen Perhubungan Kementerian Perhubungan, dan untuk mengawal pelaksanaan kebijakan ini akan dilakukan rapat pengawasan dan monitoring secara periodik.

 

“Ini bentuk komitmen pemerintah untuk menyediakan penerbangan murah bagi masyarakat,” jelas Susiwijono.

 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap kebijakan tiket murah tersebut. Rute jadwal penerbangan akan terus disesuaikan dan dievaluasi bekerja sama dengan Kementerian BUMN dan Kemenko Perekonomian.

 

"Kami akan melakukan pengawasan terhadap kebijakan itu tadi penyediaan penerbangan murah, untuk Selasa Kamis Sabtu, untuk LCC domestik tipe pesawat jet, bersama dengan Kementerian BUMN dan dikoordinir oleh Kemenko Perekonomian," katanya.

 

(Baca: Kebijakan Tiket Pesawat LCC Di Jadwal Tertentu Menuai Kritik)

 

Sementara itu, CEO Lion Air Rudy Lumingkewas mengaku jika pihaknya mendukung upaya pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat. Ia mengatakan bahwa penurunan taif yang mendapatkan diskon 50 persenitu tersedia untuk sejumlah 146 flight per hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dengan total kursi sebanyak 8.278.

 

"Kami mendukung upaya pemerintah turunkan harga tiket ini. Ada 146 flight disediakan setiap Selasa, Kamis, Sabtu pukul 10.00-14.00," kata Rudy.

 

Senada dengan Rudy, Direktur Keuangan Citilink Ester Siahaan mengaku jika pihaknya mendukung seluruh kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat. “Kami sangat mendukung harga-murah yang mana akan diberikan rute Citilink 62 flight jam 10.00-14.00 pada Selasa Rabu Sabtu. Tim kami sudah mulai menyesuaikan di dalam sistem. Akan dimulai 11 Juli 2019,” jelasnya.

 

Sebelumnya, harga tiket pesawat yang melambung tinggi sudah terjadi sejak Desember tahun lalu, dan memicu reaksi dari pemerintah. Respons Kementerian Perhubungan (Kemenhub) adalah dengan menerbitkan dua kebijakan baru terkait tarif tiket pesawat, yang bertujuan sebagai alat kontrol dan acuan bagi perusahaan transportasi penerbangan untuk menetapkan besaran tarif.

 

Kedua kebijakan itu tertuang di dalam Peraturan Menteri (PM) Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dan Keputusan Menhub (KM) Nomor 72 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

 

Melihat harga yang tak kunjung turun, Kemenhub kemudian melakukan revisi terhadap dua beleid tersebut. Dalam revisinya, pemerintah akhirnya menetapkan bahwa tarif batas atas tiket pesawat turun antara 12% sampai 16%. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa penurunan sebesar 12% ini akan dilakukan pada rute-rute gemuk seperti rute-rute di daerah Jawa sedangkan penurunan lainnya dilakukan pada rute-rute seperti rute penerbangan ke Jayapura.

 

Selain itu, penyesuaian tarif batas atas sebesar 12% sampai 16% hanya berlaku bagi pesawat kelas ekonomi jenis jet. Penurunan tersebut juga telah memperhitungkan aspek keselamatan penerbangan.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua