Senin, 15 Juli 2019

​​​​​​​Dari Soal Bisakah Pembeli Tas 'KW' Dipenjara Sampai Narapidana Gunakan Handphone di Lapas

Dengan tagline “yang bikin melek hukum, emang klinik hukum”, Tim Klinik menyajikan informasi hukum yang sulit dipahami ke dalam artikel yang mudah dipahami.
Tim Hukumonline

Hukumonline.com melalui salah satu rubriknya Klinik Hukumonline memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk bertanya dan memperoleh jawaban dari para praktisi hukum maupun ahli hukum. Dengan tagline “yang bikin melek hukum, emang klinik hukum”, Tim Klinik menyajikan informasi hukum yang sulit dipahami ke dalam artikel yang mudah dipahami. Klinik Hukumonline juga merupakan rubrik yang sangat digemari oleh masyarakat.

 

Berdasarkan hasil rangkuman tim Klinik Hukumonline, berikut adalah 10 artikel terpopuler di media sosial yang terbit sepanjang sepekan terakhir, mulai dari soal bisakah pembeli tas 'KW' dipenjara sampai soal narapidana menggunakan handphone di Lapas:

 

  1. Bolehkah Jangka Waktu Pemberitahuan Resign Lebih dari 1 Bulan?

Perusahaan dapat mengatur batas waktu pengunduran diri pekerja/buruh melebihi 30 (tiga) puluh hari dalam Perjanjian Kerja (PK), Peraturan Perusahaan (PP), maupun Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Penjelasan lebih lanjut silakan simak ulasan pada artikel ini.

 

  1. Jika Narapidana Menggunakan Handphone di Lapas

Setiap Narapidana atau Tahanan yang berada dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dilarang memiliki, membawa, dan/atau menggunakan alat elektronik berupa telepon genggam (Handphone). Bagi Narapidana yang melanggar aturan tersebut dapat dikenakan Hukuman Disiplin tingkat berat.

 

Lalu bagaimana jika seseorang mengetahui adanya Narapidana dalam Lapas yang melakukan teror atau mengirimkan/menyebarkan gambar yang tidak pantas melalui handphone? Temukan jawabannya dalam artikel berikut ini.

 

  1. Apabila Petani Kopi Tidak Menggunakan Indikasi Geografis untuk Produknya

Tidak ada akibat hukum apapun dengan tidak digunakannya Indikasi Geografis pada kopi yang diproduksi para petani. Para petani kopi tetap bebas memiliki Merek mereka sendiri di samping adanya Indikasi Geografis, karena fungsi Merek dan Indikasi Geografis memang berbeda. Simak perbedaan fungsi keduanya dalam ulasan berikut ini

 

  1. Status Harta Suatu Yayasan yang Bubar

Jika suatu Yayasan bubar maka kekayaannya akan dilikuidasi dan kekayaan sisa hasil likuidasi diserahkan kepada Yayasan lain yang mempunyai kesamaan kegiatan dengan Yayasan yang bubar tersebut.

 

Jika tidak diserahkan kepada Yayasan lain yang mempunyai kesamaan kegiatan, maka sisa kekayaan tersebut dapat diserahkan pada badan hukum lain yang mempunyai kesamaan kegiatan dengan Yayasan yang bubar.

 

Lantas bagaimana jika kedua opsi di atas tidak dilakukan? Penjelasan lebih lanjut silakan simak ulasan berikut ini.

 

  1. Apakah Pembeli Tas 'KW' Bisa Dipenjara?

Sanksi hukum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis yang saat ini berlaku memang tidak menjangkau konsumen pembeli barang palsu.

 

Selain itu, Pasal 481 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (lex generalis) tidak dapat diterapkan dalam perkara pemalsuan merek, termasuk dalam kasus pembelian tas “KW” oleh konsumen ini. Selain harus membuktikan adanya unsur kesengajaan konsumen dalam membeli dan menyimpan barang (palsu), penegak hukum juga harus membuktikan bahwa barang (palsu) tersebut ‘diperoleh dari kejahatan’.

 

Penjelasan lebih lanjut silakan simak ulasan berikut ini.

 

  1. Jika Penderita Ganguan Jiwa Menghina Orang Lain

Pasal 44 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyatakan orang yang memiliki cacat jiwa tidak dapat dipidana.

 

Apabila tindakan orang dengan masalah kejiwaan menganggu ketenagan di lingkungan tempat tinggal, warga sekitar dapat melaporkan hal tersebut kepada lembaga masyarakat seperti RT/RW, kelurahan ataupun Kepolisian untuk dapat dirujuk kepada Dinas Sosial agar nantinya diberikan pengobatan dan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

 

Penjelasan lebih lanjut silakan simak ulasan berikut ini.

 

  1. Pencatatan Pernikahan Penghayat Tuhan yang Maha Esa

Secara yuridis pernikahan penghayat benar bahwa dilakukan di depan pemuka penghayat yang ditunjuk dan ditetapkan oleh organisasi penghayat yang terdaftar.

 

Apabila pernikahan dilangsungkan tanpa ditandatangani oleh pemuka penghayat kepercayaan yang telah terdaftar, maka pernikahan yang dilangsungkan hanya sah secara adat atau kepercayaan Anda dan tidak sah menurut hukum positif.

 

Penjelasan lebih lanjut silakan simak ulasan berikut ini.

 

  1. Dapatkah Melaporkan Pencurian Handphone Berdasarkan Kecurigaan?

Seseorang dapat melaporkan ke Kepolisian mengenai peristiwa yang patut diduga merupakan tindak pidana, termasuk jika berdasarkan kecurigaan terhadap orang yang mencuri handphonemiliknya karena sebelumnya berada dalam satu ruangan.

 

Selain itu perlu juga menghadirkan alat bukti lainnya disamping keterangan saksi, seperti keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

 

Penjelasan lebih lanjut silakan simak ulasan berikut ini.

 

  1. Pemerasan Menggunakan Pistol Mainan Bisa Dipidana?

Tindakan merampok dengan mengancam untuk membunuh menggunakan senjata api (pistol) yang fungsinya untuk korek api termasuk tindak pidana pemerasan yang diatur di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

 

Untuk menjerat perbuatan tersebut, pasal berapa yang dapat digunakan? Temukan dalam ulasan berikut ini.

 

  1. Gugatan Pelanggaran Hak Cipta Jika Ciptaan Belum Dicatatkan

Tidak ada proses atau prosedur yang berbeda dalam tata cara mengajukan gugatan pelanggaran hak cipta terkait ciptaan yang sudah dicatatkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan yang belum dicatatkan.

 

Perlindungan hak cipta tidak menyaratkan pencatatan sebagai bukti atas lahirnya hak eksklusif pencipta terhadap ciptaannya. Penjelasan lebih lanjut silakan simak ulasan berikut ini.

 

Demikian 10 artikel pilihan pembaca yang paling ‘laris’ sepanjang minggu ini. Jika kamu punya pertanyaan, silakan kirim pertanyaan ke http://www.hukumonline.com/klinik. Kamu perlu log in dahulu sebelum mengajukan pertanyaan. Tapi sebelum kirim, silakan cek arsip jawabannya dulu ya! Siapa tahu sudah pernah dijawab oleh tim Klinik.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua