Kamis, 18 July 2019

Klasifikasi Produk yang Wajib dan Tak Diwajibkan Bersertifikasi Halal

Tak hanya komposisi bahan, hal-hal terkait produksi sebuah produk juga harus jelas kehalalannya.
Hamalatul Qur'ani
Ilustrasi: HGW

Undang-undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) telah mewajibkan setiap produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia bersertifikasi halal (vide; Pasal 4). Tak hanya diwajibkan mencantumkan label halal, pelaku usaha yang mengedarkan dan memperdagangkan produk tidak halal juga diwajibkan mencantumkan keterangan tidak halal pada produk usahanya (vide; Pasal 26 ayat (2)).

 

Bila kedapatan tidak mencantumkan keterangan tidak halal, dapat dikenakan sanksi administratif berupa teguran lisan; peringatan tertulis; atau bahkan bisa dikenakan denda. Ketentuan itu dijabarkan lebih lanjut dalam PP No.31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU JPH. Dalam PP a quo diatur batasan-batasan terkait produk apa saja yang wajib dan tidak diwajibkan bersertifikasi halal.

 

Kasub verifikasi dan Penilaian Kehalalan Produk, Fitriah Setia Rini, menjelaskan kategori produk yang diwajibkan bersertifikat halal terdiri atas Barang dan Jasa. Untuk kategori barang jenisnya meliputi makan dan minuman; obat; kosmetik; produk kimiawi; produk biologi; produk rekayasa genetik; dan barang gunaan yang dipakai, digunakan atau dimanfaatkan.

 

Sedangkan kategori Jasa, jenis produk wajib bersertifikasi halal meliputi layanan usaha terkait jasa penyembelihan; pengolahan; penyimpanan; pengemasan; pendistribusian; penjualan; dan penyajian.

 

Penting dicatat, barang gunaan yang wajib sertifikasi halal hanya berlaku bagi barang yang berasal dari dan/atau mengandung unsur hewan, baik itu dipakai sebagai sandang, penutup kepala, aksesoris atau digunakan sebagai peralatan rumah tangga, perbekalan kesehatan rumah tangga, kemasan makanan dan minuman, alat tulis dan perlengkapan kantor, maupun barang gunaan yang dimanfaatkan sebagai alat kesehatan.

 

Menurutnya, sertifikasi halal barang gunaan menjadi penting mengingat ketika makanan dan minuman telah bersertifikasi halal maka hal yang terkait atau bersentuhan dengan itu juga harus bersertifikasi halal. “Itu logikanya. Jadi tak hanya komposisi bahan yang penting dipastikan kehalalannya, hal-hal terkaitnya juga harus jelas,” ujar Fitriah.

 

Misalnya, kertas alumunium foil yang kerap digunakan sebagai pembungkus makanan. Bila dalam pembuatannya mengandung unsur hewan maka kewajiban sertifikasi halal menjadi berlaku untuk barang itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua