Jumat, 19 July 2019

Gagasan Baru Para Capim KPK

​​​​​​​Salah satu capim memberikan gagasan karena pengalamannya menangani perkara.
Aji Prasetyo
Suasana uji kompetensi capim KPK di Jakarta, Kamis (18/7). Foto: RES

Pada Kamis (18/7) sekitar Pukul 12.30 WIB, satu persatu para calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keluar dari ruang Auditorium Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Sekretariat Negara yang berada di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. 

 

Mereka baru saja menyelesaikan pembuatan makalah sebagai salah satu tes di tahap kedua yaitu uji kompetensi setelah sebelumnya berhasil lolos pada tahap administrasi. Sebelum pembuatan makalah para calon menjalani tes dengan format pilihan ganda. 

 

Sejumlah calon pun memberikan keterangan kepada wartawan mengenai ujian kali ini. Laode M Syarif misalnya memberi sedikit bocoran mengenai apa saja materi yang diberikan panitia seleksi dalam sesi pilihan ganda, salah satunya terkait dengan KPK.

 

"Salah satunya definisi yang ada dalam UU Tindak Pidana Korupsi, UU di KPK, bahkan ditanyai apa definisi pemberantasan korupsi di UU KPK, kan itu agak panjang jadi untuk bisa menjawab kadang lupa. Ya saya yakin orang di luar KPK kesulitan karena tidak tiap hari dia baca, kita aja yang tiap hari baca kadang lupa," terang pria yang masih menjabat komisioner KPK ini, Kamis (18/7). 

 

Unsur dari KPK lainnya Basaria Panjaitan mengatakan, ada sedikit perbedaan pembuatan makalah kali ini dengan periode sebelumnya. Jika pada periode sebelumnya makalah dibuat dengan tulis tangan, kali ini makalah dibuat melalui komputer alias mengetik. 

 

Terkait makalah, Basaria juga mempunyai gagasan untuk kepemimpinan KPK ke depan seperti peningkatan forum wilayah koordinasi supervisi soal korupsi di seluruh wilayah Indonesia. Diharapkan dengan adanya pencegahan korupsi di daerah maka bisa menekan angka korupsi yang berkaitan dengan kepala daerah maupun pejabatnya. 

 

Sementara itu, Nawawi Pamolango mengatakan, tes sesi pertama mayoritas hanya berkutat pada masalah teknis seperti struktur organisasi dan tugas KPK. Sementara berkaitan dengan makalah ia mengaku kesulitan untuk membuatnya, sebab sebagai seorang hakim ia mengaku tidak terbiasa untuk merangkai kata seperti menulis makalah.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua