Senin, 05 Agustus 2019

​​​​​​​Dari Soal Aturan Sabuk Keselamatan Mobil Sampai Soal Iktikad Baik dalam Pengangkatan Anak

 

Selain itu, jika PT TG masih tidak mau membayar utangnya kepada perusahaan lain tersebut, langkah yang dapat dilakukan adalah menggugat PT TG ke Pengadilan Negeri di tempat tinggal PT TG berada.

 

Penjelasan selengkapnya silakan klik ulasan berikut ini.

 


  1. Pemutusan Hubungan Hukum Anak dengan Orang Tua

Tidak ada aturan hukum yang mengatur putusnya hubungan hukum antara orang tua dengan anak. Dan sebaliknya, anak sangat banyak mendapat manfaat materil dan immateril dalam aturan hukum di Indonesia.

 

Meminta maaf kepada orang tua adalah langkah paling ampuh karena tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya sengsara.

 

Penjelasan selengkapnya silakan klik ulasan berikut ini.

 


  1. Iktikad Baik dalam Pengangkatan Anak

Sebenarnya ada persesuaian pendapat antara orang tua biologis dengan calon orang tua angkat. Sehingga, cukup melanjutkan iktikad baik saja karena antara ibu dengan pasangan suami istri itu sama-sama memiliki kepentingan yang sama.

 

Lantas sanksi apa yang dapat diterapkan kepada ibu dan pasangan suami istri dalam kasus tersebut? Penjelasan lebih lanjut dapat klik ulasan berikut ini.

 


  1. Jika Kecelakaan Karena Ban Pecah Mengakibatkan Korban Luka dan Motor Rusak

Pada kasus ini, tiba-tiba ban sepeda motor pengendara pecah. Lalu oleh pihak kepolisian dikatakan telah melanggar Pasal 283 UU Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

 

Meskipun menurut hemat kami yang dilakukan oleh penegak hukum kurang tepat, namun pengendara tersebut memiliki hak untuk menyangkalnya di persidangan.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua