Rabu, 07 Agustus 2019

Ini Susunan Kepengurusan Asosiasi Dosen Hukum Internasional se-Indonesia yang Baru

Sejumlah program telah disiapkan untuk menunjang pelaksanaan kerja ISILL.
RED
Foto: Istimewa

Asosiasi Dosen Hukum Internasional Se-Indonesia atau Indonesian Society of International Law Lecturers (ISILL) mengadakan pertemuan tahunan di Fakultas Hukum, Universitas Mulawarman, Samarinda pada 1-3 Agustus 2019 lalu. Dalam pertemuan tersebut terpilih kepengurusan ISILL periode 2020-2024.

 

Selain pemilihan kepengurusan ISILL yang baru, pertemuan itu juga menyelenggarakan Simposium Nasional Hukum Internasional yang bertajuk “Urgensi Ketentuan Nasional Penerapan Putusan Organisasi Internasional Khususnya Putusan Dewan Keamanan PBB” hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri dengan Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. Dekan Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Mahendra Putra Kurnia menyambut baik kegiatan ini.

 

“Ini merupakan kehormatan bagi kampus kami untuk turut berkontribusi kepada negara melalui Kementerian Luar Negeri RI dalam melahirkan pikiran-pikiran mengenai urgensi penerapan putusan PBB,” katanya dalam siaran pers yang diterima Hukumonline, Selasa (6/8).

 

Pemilihan kepengurusan ISILL yang baru dilakukan secara musyawarah mufakat. Hasilnya, pengurus ISILL terpilih adalah Ketua Arie Afriansyah, dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sekretaris Dhiana Puspitawati, dosen dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan Direktur Eksekutif ISILL periode 2020-2024 adalah Reza Zaki, yang merupakan dosen hukum dari Universitas Bina Nusantara.

 

Baca:

 

Arie Afriansyah mengatakan, ISILL merupakan asosiasi yang berpotensi untuk meningkatkan kualitas kajian hukum internasional di Indonesia. Ia yakin, keberadaan ISILL bisa memberi sumbangan untuk mencapai peningkatan kualitas tersebut.

 

“Asosiasi ini sedang menuju kepada fase kemandirian paripurna untuk dapat terus meningkatkan kolaborasi akademik sekaligus ekosistem bisnis di bidang pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas kajian hukum internasional di Indonesia,” katanya.

 

Ditambah lagi, lanjut Arie, para anggota ISILL adalah para figur yang dari sisi pemikiran serta tulisan telah menyebar secara nasional maupun internasional. “Mereka memiliki modal untuk dapat mengembangkan pemikiran baru di dalam ruang lingkup kajian Hukum Internasional ke depan,” tambahnya.

 

Dalam kepengurusan yang baru ini, terdapat beberapa program yang akan dilaksanakan oleh ISILL. Program-program tersebut antara lain Capacity Building kepada para dosen muda hukum internasional dalam membuat kurikulum dan silabus, Writing Camp yakni penulisan jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional, Simposium Nasional, Ambassador’s Training Week, ISILL TV Digital, rekrutmen keanggotaan ISILL yang baru dan ISILL Book Series.

 

Ketua ISILL, Prof. Hikmahanto Juwana menuturkan bahwa ISILL sudah mengalami progres yang besar dalam menampung keilmuan para akademisi di kajian hukum internasional. ISILL sendiri telah membuat serangkaian kegiatan ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional. Di akhir masa jabatannya, ia berharap, regenerasi para dosen hukum internasional untuk dapat melanjutkan estafet kepemimpinan di ISILL dapat berjalan dengan baik sesuai dengan program yang telah disusun.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua