Sabtu, 10 August 2019

Harga Tiket Pesawat Saat Ini Diyakini Hasil Predatory Pricing Masa Lalu

Era murahnya harga tiket pesawat LCC masa lalu sebagai harga yang predatory, sedangkan tingginya harga tiket pesawat saat ini disebutnya merupakan harga normal.
Hamalatul Qur'ani
Seminar bertajuk “Polemik Harga Tiket Pesawat dalam Perspektif Hukum, Bisnis dan Investasi”, yang diselenggarakan Perhimpunan Advokat Indonesia Dewan Pimpinan Cabang Jakarta Pusat, Jumat (9/8). Foto: RES

Melonjaknya harga tiket pesawat tepat mendekati lebaran Idul Fitri lalu membuat publik ‘terngaga’. Bahkan untuk beberapa bagasi maskapai golongan low cost carrier (LCC) yang sebelumnya tak berbayar berubah menjadi berbayar.

 

Alhasil, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berupaya memperbaiki harga dengan menetapkan tarif batas atas (TBA) maupun tarif batas bawah (TBB) melalui Kepmenhub No. 106 Tahun 2019 tentang TBA Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Niaga Berjadwal Dalam Negeri, kendati dalam aspek persaingan usaha mekanisme harga harusnya diserahkan pada mekanisme pasar.

 

Pada tahapan berikutnya, skema lain digunakan pemerintah sebagai upaya menurunkan harga tiket, yakni melalui pemberian diskon harga khusus untuk penerbangan domestik dengan jadwal tertentu (low season) sebesar 50% dari TBA. Sayangnya, harga tiket tak kunjung pulih.

 

“Diharapkan kita bisa cari solusi, setiap minggu selalu kita rapatkan, kita cari apa yang bisa kita benahi,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam seminar bertajuk Polemik Harga Tiket Pesawat dalam Perspektif Hukum, Bisnis dan Investasi, yang diselenggarakan Perhimpunan Advokat Indonesia Dewan Pimpinan Cabang Jakarta Pusat, Jumat (9/8).

 

Dalam konteks pelayanan, Ia menyebut Kemenhub berdasarkan UU Penerbangan mempunyai fungsi regulasi untuk mengatur beberapa hal demi melindungi kepentingan masyarakat. Untuk itu penetapan TBA dan TBB adalah solusi Kemenhub dalam menjalankan fungsi regulasi, walaupun hasilnya tak maksimal setidaknya ada perubahan. Ia berharap melalui TBA dan TBB itu akan ada ekuilibrium baru tarif penerbangan yang berimbang bagi maskapai maupun penumpang.

 

Sebaliknya, penasehat Kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Lin Che Wei, justru mengkategorikan era murahnya harga tiket pesawat LCC masa lalu sebagai harga yang predatory, sedangkan tingginya harga tiket pesawat saat ini disebutnya merupakan harga normal.

 

Terbukti, sebelum era predatory itu hanya 16 juta dari 200 jutaan rakyat Indonesia yang naik pesawat. Ketika semua maskapai berkompetisi menjatuhkan harga akhirnya angka penumpang pesawat Indonesia melonjak hingga 80 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua