Kamis, 15 Agustus 2019

Status JC Terdakwa Korupsi Ini Ditolak Jaksa, Tapi Diterima Hakim

 

Untuk mendapatkan proyek pengadaan Spare Bucket Wheel Stacker/Reclaimer Primary Yard dan Harbors Stockyard tersebut, pada 12 September 2018 Kurniawan menyerahkan uang Rp5,5 juta kepada Karunia sebagai "uang operasional" dalam rangka pendekatan kepada pihak-pihak PT Krakatau Steel.

 

Karunia pada 18 Maret 2019 kembali meminta Kurniawan untuk menyiapkan dana Rp50 juta untuk diberikan kepada Wisnu Kuncoro dan disanggupi. "Tapi mesti gw angpauin, that’s the Chinese way". Lebih lanjut Kurniawan mengatakan "gw keluar uang gampang, gw uda keluarin berapa kali, waktu itu 25 juta bantu Hernanto, keluar. 25 juta ini keluar. 15 juta buat dia naik, keluar. Nothing selama ini buat gw sampe sekarang. Gw keluar gocap mah gampang gw teken," kata Kurniawan seperti dikutip majelis dalam putusan. 

 

Uang pun akhirnya diberikan, tetapi Karunia hanya memberi Wisnu sebesar Rp20 juta. Namun, sayang belum sempat menikmati uang tersebut keduanya digelandang petugas KPK. Karena itu, Kurniawan terbukti bersalah memberi suap kepada Wisnu dengan total Rp55,5 juta. Ia pun diganjar hukuman pidana selama 1 tahun 3 bulan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. 

 

Hukuman Kurniawan memang lebih rendah daripada Kenneth salah satu alasannya ia ditetapkan menjadi Justice Collaborator atau JC. Nah yang menarik, pengajuan JC ini sebenarnya sempat ditolak penuntut umum pada KPK dengan alasan Kurniawan merupakan pelaku utama dalam perkara ini. 

 

Tetapi majelis tidak sependapat dengan penuntut. Terdakwa patut diberikan JC karena keterus-terangannya (kejujuran) mengenai keterangannya dan penuntut umum merasa terbantu dengan keterangan Terdakwa dan yang terus menerus meminta uang adalah Alexander Kurnia Mustika. Karena itu Terdakwa patut diberikan JC," ujar hakim ad hoc Anwar. 

 

Status JC Kurniawan ini juga menjadi salah satu pertimbangan meringankan karena dia berterus terang selama proses hukum baik penyidikan maupun penuntutan. Selain itu, ia juga sopan, menyesali perbuatan dan belum pernah dihukum. "Perbuatan Terdakwa bertentangan program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan perbuatan korupsi merupakan kejahatan luar biasa," kata Hakim Anwar. 

 

Atas putusan ini Kurniawan pun menerimanya. "Sesuai dengan keinginan hati saya dan arahan kuasa hukum, sejak awal ini terjadi saya menerima keputusan KPK, Jaksa, dan saya menerima apapun keputusan majelis hakim," ujar Kurniawan. 

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua